24 November 2022, 23:15 WIB

Jawa Barat Resmikan Tugu Sekolah Pancasila, Simbol Pendidikan Berkarakter


Bayu Anggoro | Nusantara

MI/BAYU ANGGORO
 MI/BAYU ANGGORO
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meresmikan tugu sekolah Pancasila di SMAN 25 Kota Bandung

RANGKAIAN peringatan Hari Guru di Jawa Barat dimulai dengan
peresmian Tugu Sekolah Model Pelajar Pancasila Jabar Masagi di SMA
Negeri 25, Kota Bandung, Kamis (24/11).

Kegiatan Bertajuk "Niti Bukti Sakola Masagi dari Jawa Barat untuk Indonesia" itu dihadiri sekitar 1.500 peserta didik SMA/SMK/SLB dari 16 sekolah di Jabar.

Peresmian tugu sebagai simbol pendidikan berkarakter di Jawa Barat
dilakukan oleh Gubernur Ridwan Kamil. "Jabar mendapatkan apresiasi dari
Kemendikbudristek terkait tiga program merdeka belajar, yaitu literasi,
numerasi dan karakter," paparnya.

Khusus karakter, penerapannya sudah sangat siap di Jabar. "Ini usaha sudah berlangsung hampir 5 tahun yakni menyiapkan sebuah kurikulum pendidikan karakter berbasis kearifan lokal dari irisan 3 budaya," kata Emil, sapaan akrabnya, Kamis (24/11).

Dia berharap, para pelajar di Jabar bisa memiliki karakter kuat yang
berbasis budaya. Maka dari itu, tidak boleh ada lagi yang namanya
perundungan atau kekerasan seksual di Jabar.

"Tadi Pak Dirjen (kemendikbudristek) menyampaikan, karena kami sudah
panjang eksperimentasinya, kalau berkenan bisa direplikasi sesuai
kearifan lokal nusantara, sehingga ini menjadi sebuah percontohan," ujarnya.

Simbolisasi dari pendidikan karakter di Jabar, lanjut dia, berupa Tugu Model Pelajar Pancasila Jabar Masagi. Sedangkan implementasinya ada di dalam proses-proses pengajaran di sekolah.

"Orangtua insya Allah tenang menitipkan bersekolah di Jawa Barat karena pendidikan karakternya juga kita latih secara serius," kata emil.

Jabar Masagi


Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat, Dedi Supandi mengatakan, tugu tersebut merupakan simbolis dari Jabar yang memiliki pelajar pancasilais atau berkarakter. Mengingat Disdik Jabar sudah meluncurkan beberapa program kaitan kurikulum Jabar masagi, di antaranya pendidikan anti korupsi, anti radikalisme, dan kurikulum mitra industri.

"Pada saat itu disatukan, ternyata pembentukan karakter sangat
dibutuhkan dalam rangka mengikat itu semua," kata Dedi.

Menurut dia, konsep pendidikan Jabar Masagi yang berkarakter lokal Jawa Barat harus dilakukan. Salah satunya terlihat dari kolaborasi 16 SMA/SMK dan SLB di Jabar secara gotong gorong setelah memenuhi pendidikan di kurikulum Jabar Masagi menampilkan pertunjukan dalam Festival Praktik Baik Kearifan dan Potensi Lokal.

"Semuanya itu tadi filsafat. Misalnya praktik yang nikah, seserahannya itu semua buatan anak-anak sekolah. Itu dibangun dari jiwa gotong royong. Jadi pancasila itu ada di sana semua," ujarnya.

Dedi menjelaskan, pada awalnya ada sebuah survei yang menyebut Jabar
merupakan provinsi intoleran, radikalisme, dan kekerasan dibanding
provinsi lain. Namun semua itu tak perlu dikhawatirkan lagi oleh para
orangtua, mengingat aspek pendidikan di Jawa Barat sudah memasukan
penangkal itu semua dalam sebuah kurikulum.

"Semuanya masuk dalam semua lini segmen pembelajaran. Makanya, kita ada
inovasi yang namanya 7 hari berkarakter. Saya berharap 7 hari
berkarakter itu dilakukan supaya nanti kekiniannya anak-anak itu punya
karakter dan dia bisa melakukan," jelas Dedi.

Dedi optimistis program kurikulum Jabar Masagi yang di dalamnya ada
Pelajar Pancasilais bisa menekan aksi perundungan atau bullying di
Jabar. "Makanya tadi Pak Gubernur contohkan, siapa yang hari ini sebelum ke sini cium tangan ibunya, terus berbagi, itu adalah pembentukan hari karakter tadi."

Dedi menambahkan, tugu ini merupakan salah satu kado bagi guru Jawa
Barat di Hari Guru yang jatuh pada 25 November 2022 besok.

"Ini adalah bagian dari kado ulang tahun Hari Guru di Jawa Barat yang kita persembahkan. Setelah kegiatan ini, maka yang 13 tadi dari 16 KCD itu menjadi piloting di cabang dinasnya. Nanti akan melakukan lagi hal yang sama secara berlanjut di hari kemudian," katanya. (N-2)

BERITA TERKAIT