22 November 2022, 17:06 WIB

Banjir di 10 Kecamatan, Pemkab Pessel Tetapkan Masa Tanggap Darurat


Yose Hendra | Nusantara

DOK.MI
 DOK.MI
Ilustrasi

PEMERINTAH Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) menetapkan masa tanggap darurat 14 hari setelah 10 kecamatan direndam banjir.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pessel Doni Gusrizal mengatakan, hujan lebat selama empat hari dari 14 hingga 18 November kemarin memberikan dampak ke 10 kecamatan, dari 15 kecamatan yang ada di Kabupaten Pessel. Wilayah itu terdampak bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, serta kerusakan infrastruktur yakni jembatan gantung.

Ia melanjutkan, kondisi 19 sungai besar di Pessel sangat perlu segera dilakukan normalisasi. Seperti Sungai Batang Lumpo Bayang, Sungai
Batang Tuik, Kecamatan Koto XI Tarusan, dan Sungai Batang Hitam, Kecamatan Silaut. Serta, perbaikan jalan nasional di Kecamatan Koto
XI Tarusan.

"Dari hasil koordinasi dilakukan oleh Pemkab Pessel bersama instansi terkait, maka ditetapkan kondisi bencana alam banjir di Pessel dengan
bencana alam tanggap darurat selama 14 hari," tegas Doni di Pessel, Selasa (22/11).

Sementara, Bupati Pessel Rusma Yul Anwar telah menerima langsung bantuan sebanyak Rp350 juta dari Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), Senin (21/11) kemarin. BNPB menyerahkan bantuan dana logistik sebesar Rp100 juta dan dana siap pakai Rp250 juta yang diserahkan kepada Pemkab Pessel.


Baca juga: Data Terbaru: 30 Rumah Warga Kupang Rusak, Gempa Susulan Masih Terjadi


Bantuan logistik disalurkan oleh BNPB telah dilakukan peking, untuk nantinya distribusikan ke masyarakat terdampak banjir. Ternasuk
kesiapansiagaaan dengan pendirian tenda tanggap darurat di Kecamatan Koto XI Tarusan.

Kepala BNPB Pusat melalui Direktur Dukungan Sumber Daya Darurat BNPB Rustian menyampaikan kondisi prakiraan cuaca kemarau basah di mana puncaknya terjadi pada Februari hingga April 2023.

"Kita berharap bantuan bisa segera disalurkan kepada masyarakat di Pessel, dimana terdampak banjir," kata Rustian.

Ia juga melanjutkan, menyelesaikan bencana alam terjadi di suatu wilayah tidak akan bisa diselesaikan oleh pemerintah daerah semata, namun koordinasi lintas sektoral, baik kepolisian dan TNI harus terus dilakukan. Termasuk tetak mengaktifkan posko tanggal darurat, serta
kesiapansiagaan mitigasi bencana.

Bupati Pessel Rusma Yul Anwar mengatakan bantuan diserahkan oleh BNPB sangat penting dan bermanfaat, untuk membantu masyarakat terdampak banjir di 10 kecamatan wilayahnya.

"Kita pastikan bantuan ini segera kita salurkan pada masyarakat yang terdampak bencana banjir," ujar Rusma. (OL-16)

 

BERITA TERKAIT