17 November 2022, 20:39 WIB

Satu Korban Terseret Banjir di Sungai Bainel Kupang belum Ditemukan


Palce Amalo | Nusantara

DOK.MI
 DOK.MI
Ilustrasi

KANTOR Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Kupang menyebutkan Atrohanis Malapu, 40, warga Desa Kalale, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, yang hilang terseret banjir Sungai Bainel pada Senin (14/11), belum ditemukan.
 
"Hingga hari keempat operasi SAR pencarian terhadap korban Atrohanis Malapu yang hilang terseret air banjir Sungai Bainel masih belum ditemukan. Tim SAR masih berupaya melakukan pencarian terhadap korban," kata Kepala Kantor SAR Kelas A Kupang I Putu Sudayana di
Kupang, Kamis (17/11).
 
Dia mengatakan dua warga Desa Kalale, Kecamatan Fatuleu Barat, yaitu Atrohanis Malapu, 40, dan istrinya, Theresia Teti, 40, terseret banjir saat menyeberangi Sungai Bainel yang masih dalam kondisi banjir.
 
Dalam peristiwa itu, Theresia Teti telah berhasil ditemukan warga setempat dalam kondisi tidak bernyawa, sedangkan suaminya, Atrohanis
Malapu, masih dalam pencarian.


Baca juga: Belasan Pohon Tumbang Diterjang Angin Kencang di Kudus

 
Ia menjelaskan operasi pencarian korban masih dilakukan tim SAR. Hingga saat ini, tim masih berada di Desa Kalale untuk melakukan penyisiran sepanjang aliran Sungai Bainel.
 
Dia menjelaskan dalam operasi pencarian itu, tim SAR dibagi tiga regu yaitu regu pertama penyisiran dilakukan sepanjang aliran sungai dalam
kondisi hujan ringan, regu kedua melakukan pencarian dari bendungan menuju muara, serta regu ketika melakukan penyisiran sepanjang Pantai Kalale.
 
"Operasi pencarian yang juga melibatkan potensi SAR dari TNI, Polri dan aparat Pemerintah Desa Kalale serta Tagana dan BPBD Kabupaten Kupang akan dilanjutkan pada Jumat (18/11) dengan fokus pencarian ke wilayah muara sungai hingga ke kawasan pantai," kata Sudayana. (Ant/OL-16)

BERITA TERKAIT