15 November 2022, 17:16 WIB

Sandiaga: Rangkaian KTT G20 Kerek Perekonomian Bali


M. Ilham Ramadhan Avisena | Nusantara

Antara
 Antara
Kendaraan melintas di jalan wilayah Bali yang pinggirnya dihiasi baliho KTT G20 dan janur kuning.

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Sandiaga Uno menyatakan bahwa sektor UMKM dan ekonomi kreatif bakal terkerek dari adanya kegiatan KTT G20 di Bali. 

Adapun geliat dua sektor usaha tersebut bahkan diyakini bakal mendongkrak perekonomian di Pulau Dewata. Pemerintah dikatakannya memperkirakan pertumbuhan ekonomi di Bali mencapai 6% pada triwulan IV 2022. 

"Ancar-ancar saya di angka 5% sampai 6% di kuartal IV 2022 untuk Bali. Target penciptaan lapangan kerja dan pemulihan sektor UMKM masih on track," jelas Sandiaga dalam konferensi pers di Nusa Dua, Bali, Selasa (15/11).

Baca juga: Sektor Pariwisata Bali Kembali Bergeliat

Proyeksi pertumbuhan ekonomi Bali, lanjut dia, lebih rendah dari triwulan III 2022 yang tercatat 8,09% (yoy). Sandiaga menjelaskan bahwa realisasi pertumbuhan triwulan III 2022 terbilang tinggi, karena hitungan perbandingan dasar dengan periode sama di 2021.

Saat itu, perekonomian Bali tercatat minus 4,08%. Anjloknya pertumbuhan ekonomi di Pulau Dewata utamanya disebabkan oleh merebaknya covid-19 varian Delta.

Baca juga: Pengamat Ekonomi Menilai KTT G20 Puncak Momentum Pemulihan Ekonomi Global

Lonjakan kasus covid-19 pun membatasi mobilitas warga karena adanya restriksi yang diterapkan pemerintah untuk mencegah penyebaran virus. Setelah covid-19 dapat dikendalikan, ekonomi Bali pada triwulan IV 2021 mengalami pembalikkan dengan tumbuh 0,51% (yoy).

"Jadi boleh dibilang secara year on year (yoy) akan tinggi (di triwulan IV 2022). Namun, sangat sulit untuk menyamai angka 8,1% (di triwulan III 2022)," papar Sandiaga.

"Kita berharap triwulan keempat tetap meningkat, tapi mungkin angkanya termoderasi dibandingkan kuartal III tahun ini," tutupnya.(OL-11)

BERITA TERKAIT