10 November 2022, 18:58 WIB

Kapolda NTT Ungkap Tersangka Baru Kasus Penipuan Calon Siswa Polri


Palce Amalo | Nusantara

MI/Palce Amalo
 MI/Palce Amalo
Kapolda NTT Irjen Johni Asadoma melakukan tabur bunga di TMP Dharmaloka Kupang dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, Kamis (10/11).). 

KAPOLDA Nusa Tenggara Timur Irjen Johni Asadoma mengatakan tim penyidik berhasil mengungkap satu tersangka baru dalam kasus penipuan calon siswa Polri yang melibatkan oknum polisi dari Polres Rote Ndao.
 
"Kita sudah dapat tersangka baru dalam kasus ini. Dan tersangka baru ini adalah warga sipil bukan dari kepolisian," katanya kepada wartawan di Kupang, Kamis (10/11).
 
Hal ini disampaikannya usai memimpin apel gelar pasukan pengamanan jelang KTT G20 yang akan ditempatkan di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT.
 
Komandan berbintang dua itu mengatakan bahwa warga sipil yang ditetapkan sebagai tersangka tersebut adalah orang yang turut serta dalam proses penipuan kepada calon siswa Polri yang akan ikut tes.
 
Sebelumnya, oknum polisi dari Polres Rote Ndao Aipda Samuel Adu (AA) telah dilaporkan oleh korban penipuan calon siswa Polri ke Propam Polda NTT.


Baca juga: Polda NTT Siagakan 720 Personel Amankan KTT G20

 
Korban mengaku diminta uang sebesar Rp250 juta, dengan iming-iming lolos tes calon siswa Polri. Namun dalam perjalanannya, korban tidak lolos tes.
 
Terakhir, Aipda AA telah ditahan di Patsus dan tinggal menunggu jadwal sidang kode etik. Jika dinyatakan bersalah, maka akan masuk ke ranah pidana.
 
Namun mantan Kadiv Hubungan Internasional Mabes Polri itu mengatakan bahwa yang terpenting adalah kepada masyarakat itu sendiri.
 
"Artinya masyarakat jangan percaya dengan berbagai rayuan yang disertai dengan iming-iming kelulusan. Jika ada yang seperti itu laporkan segera," tambah dia.
 
Dia menambahkan bahwa yang bisa meluluskan calon siswa Polri itu adalah calon Polri itu sendiri, bukan orang lain. Sehingga jika ingin lulus, maka persiapkan diri dengan baik. (Ant/OL-16)
 

BERITA TERKAIT