20 October 2022, 17:51 WIB

Siasati Mahalnya Harga Kedelai, Perajin Tahu Perkecil Ukuran Tahu


Heri Susetyo | Nusantara

MI/Heri Susetyo
 MI/Heri Susetyo
Perajin tahu di Sidoarjo, Jawa Timur.

DAMPAK naiknya harga kedelai membuat para perajin tahu di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Barat resah. Mereka terpaksa mengurangi ukuran tahu untuk menutupi ongkos produksi yang membengkak.

Mahalnya harga bahan baku kedelai lebih dari tiga minggu terakhir, sangat dirasakan dampaknya oleh perajin tahu di Desa Kepunten Kecamatan Tulangan, Sidoarjo. Naiknya harga kedelai dari Rp10 ribu menjadi Rp13.200 per kilogram membuat perajin tahu ini kelimpungan.

Namun meskipun bahan baku kedelai melonjak, mereka tidak berani menaikkan harga karena takut tidak laku. Akhirnya perajin mengakali dengan mengurangi ukuran tahu agar produksi mereka tetap eksis. "Kita belum berani menaikkan harga, terpaksa kita kurangi ukuran menjadi lebih kecil," kata Abdul Munif,45, salah satu perajin tahu.

Abdul Munif mengaku, sebelumnya dia biasa memproduksi 1,5 kuintal tahu dalam sehari. Namun semenjak harga kedelai melonjak, dia cukup memproduksi satu kuintal saja per hari.

Ia mengatakan, perajin tahu hanya bisa pasrah dengan lonjakan harga kedelai. Mereka hanya bisa berharap pemerintah bisa menstabilkan harga, agar produksi dan omzet usaha tahu kembali meningkat.

"Kami berharapnya ya pada pemerintah agar bisa mengendalikan harga, atau memberi subsidi saat kondisi naiknya harga kedelai seperti saat ini," katanya. (OL-15)

 

BERITA TERKAIT