04 October 2022, 22:31 WIB

Klaten Rawan Bencana, Bupati Minta Warga Waspada di Musim Hujan


Djoko Sardjono | Nusantara

MI/Djoko Sardjono
 MI/Djoko Sardjono
Ilustrasi: Bencana alam angin kencang di Klaten

WARGA Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, diingatkan agar meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi musim penghujan.

"Waspadai bencana alam yang mungkin terjadi di musim penghujan dalam upaya pengurangan risiko bencana (PRB)," kata Bupati Klaten Sri Mulyani, Selasa (4/10).

Bupati mengingatkan itu pada apel siaga bulan PRB di halaman Pemkab Klaten, dalam rangka antisipasi dan kesiapsiagaan menghadapi bencana di musim hujan.

"Ancaman bencana yang sering terjadi di musim hujan dan cuaca ekstrem antara lain banjir, tanah longsor, angin kencang, petir, dan pohon tumbang," ungkapnya.

Apalagi, lanjut Sri Mulyani, Gunung Merapi saat ini masih berstatus level tiga atau siaga. Sehingga, warga masyarakat dituntut untuk meningkatkan kewaspadaan.

"Perlu diketahui, Klaten daerah rawan bencana. Kita masih ingat bencana gempa bumi pada 2006 dan bencana erupsi Gunung Merapi 2010," ucapnya.

Baca juga: KTT G20 Menghitung Hari, BMKG Siap dengan Skenario Terburuk Potensi Bencana Alam

Menurut Sri Mulyani, apel bulan PRB menjadi penggugah dan penyemangat kita dalam meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana di musim hujan.

"Namun, patut disyukuri bahwa Klaten mempunyai relawan yang siap 24 jam untuk membantu memberikan pertolongan masyarakat korban bencana," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Klaten, Sri Winoto, mengatakan apel bulan PRB diikuti TNI, Polri, SAR, Satpol PP, PMI, dan Dishub Klaten. Apel bulan PRB 2022 ditandai penyerahan alat kerja relawan berupa sekop, rompi, dan sepatu boots yang dilakukan Bupati Sri Mulyani selaku pembina apel.

Usai gelar apel PRB, Bupati dengan didampingi Forkopimda melakukan pengecekan peralatan siaga bencana yang disiapkan BPBD, Polres, dan para relawan bencana.(OL-5)

BERITA TERKAIT