03 October 2022, 17:50 WIB

Madura United FC Minta KONI-Menpora Investigasi Tragedi Kanjuruhan, jangan PSSI


Mohammad Ghazi | Nusantara

AFP/Putri
 AFP/Putri
Kondisi Stadion Kanjuruhan, Kab.Malang, Jawa Timur usai tragedi berdarah, Sabtu (1/10/2022)

PRESIDEN Madura United FC, Achsanul Qosasi (AQ), menilai insiden yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang, bukan sepenuhnya kesalahan panitia pelaksana. Tragedi tersebut harus dikaji secara menyeluruh, termasuk sistem keamanan dan pengamanan pertandingan.

Tragedi Kanjuruhan yang merenggut lebih dari 150 nyawa dalam pandangan AQ tidak harus disikapi dengan menghentikan liga tingkat nasional tersebut, melainkan dibutuhkan sikap bertanggung jawab seluruh personel dalam kepengurusan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk
mengundurkan diri.

"Seluruh pengurus harus mundur. Ini bagian dari penghormatan untuk para korban dan keluarganya," kata Achsanul Qosasi, di Pamekasan, Minggu (2/10) malam.

Dia menyebut, tragedi Kanjuruhan sebagai sebuah insiden terparah dalam dunia persepak bolaan dan harus disikapi secara serius. "Mungkin ada yang tidak sependapat dengan pernyataan ini. Tapi inilah sikap kami, Madura United atas tragedi Kanjuruhan," tegas dia.

Soal rencana PSSI membentuk tim investigasi, AQ menilai lebih baik hal tersebut diserahkan ke Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Achsanul juga menyatakan PT. Liga Indonesia Baru harus menghentikan Liga 1 tahun ini hingga ada pernyataan resmi dari FIFA. Bahkan ia mengajak seluruh klub menolak bertanding jika keputusan tersebut tidak dilakukan. (OL-13)

Baca Juga: Tragedi Kanjuruhan, Mahfud: PSSI Harus Segera Bertindak!

BERITA TERKAIT