01 October 2022, 18:29 WIB

Banjir Rendam Puluhan Rumah di Pedalaman Aceh Timur


Mediaindonesia.com | Nusantara

DOK MI.
 DOK MI.
Ilustrasi.

PULUHAN rumah di pedalaman Kabupaten Aceh Timur terendam banjir menyusul meluapnya air sungai akibat hujan lebat dalam sehari terakhir. Banjir tersebut melanda permukiman penduduk di Desa Alue Ie Mirah, Kecamatan Indra Makmur.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Timur, Ashadi, di Aceh Timur, Sabtu (1/10), mengatakan itu. "Kami sudah menerima laporan dari masyarakat setempat. Kami juga mengerahkan tim menangani banjir tersebut. Laporan kami terima, banjir merendam 50 rumah penduduk," katanya.

Selain itu, kata Ashadi, pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintahan desa dan pemerintahan kecamatan di wilayah terdampak bencana guna penanganan lebih lanjut. Ini termasuk mendata dampak banjir tersebut.

"Kami juga sudah mendata untuk dampak kejadian baik korban, material, pengungsi, dan korban jiwa. Laporan yang kami terima sampai saat ini tidak ada korban bencana serta warga yang mengungsi," katanya. 

Kepala Desa Alue Ie Mirah, Kecamatan Indra Makmur, Kabupaten Aceh Timur, Romi Syahputra, mengatakan air luapan sungai mulai menggenangi rumah warga pada Sabtu sekira pukul 06.20 WIB. "Ada sekitar 50 rumah yang dihuni 200 keluarga terdampak. Air naik sekitar pukul 06.20 kibat hujan deras yang terjadi semalam suntuk," kata Romi Syahputra.

Romi Syahputra mengatakan sampai saat ini belum ada warga yang mengungsi. Sejumlah tempat pengungsian disediakan seperti masjid, meunasah, maupun gedung sekolah.

"Masyarakat masih bertahan di rumah masing-masing. Ketinggian air berkisar 30 hingga 50 sentimeter dari permukaan jalan. Jika hujan masih mengguyur, diperkirakan ketinggian air akan terus bertambah," katanya.

Romi Syahputra mengatakan meluapnya sungai di daerah tersebut karena curah hujan cukup tinggi. Selain itu, kondisi sungai kini dalam keadaan dangkal, sehingga hujan beberapa jam saja, air sungainya langsung meluap. 

"Kami meminta pemerintah kabupaten mengeruk sungai tersebut guna mencegah banjir luapan. Banjir luapan ini sudah berulang kali terjadi," katanya. (Ant/OL-14)

BERITA TERKAIT