29 September 2022, 19:29 WIB

Harga Kedelai Naik, Perajin Naikkan Harga Jual Tempe


Depi Gunawan | Nusantara

DOK MI
 DOK MI
Perajin tempe

PERAJIN tempe di Kota Cimahi, Jawa Barat terpaksa menaikan harga jualannya lantaran harga bahan baku kacang kedelai yang terus melambung.

Kusnanto, 54, perajin tempe di Jalan Margaluyu, RT 07/02, Kelurahan Cimahi, Kecamatan Cimahi Tengah, mengaku, keputusan berat itu harus dipilih agar usahanya tidak merugi.

"Rata-rata naik Rp500, misalnya harga tempe semula Rp7.000 sekarang naik jadi Rp7.500 per potong," kata Kusnanto, Kamis (29/9).

Penyesuaian harga tempe, lanjut dia, dilakukan demi menghindari kerugian sebab biaya transportasi juga membengkak imbas kenaikan bahan bakar minyak. "Kalau saya memilih menaikan harga daripada mengurangi ukuran tempe, tapi naiknya enggak terlalu tinggi biar tidak dikomplain konsumen," ujarnya.

Dia menuturkan, kenaikan harga kedelai dalam beberapa bulan terakhir menyebabkan produsen berada dalam situasi sulit. Menurut dia, pemerintah tidak mampu mengendalikan bahan baku meski harga kedelai pernah mendapat subsidi pemerintah. 

"Dari awal bulan September ini harga kedelai terasa mulai naik. Sekarang harganya Rp 12.700 per kilogram, dulu masih Rp 11.100 per kilogram," tuturnya.

Kusnanto berharap melambungnya harga kedelai bisa menjadi perhatian pemerintah, ada upaya pengendalian harga agar tidak terus naik atau bahkan bisa diturunkan. "Jangan terus naik, kasian perajin kecil seperti kami," jelasnya. (OL-15)

BERITA TERKAIT