29 September 2022, 10:48 WIB

Pemda Sigi Gelar Dzikir Akbar Mengenang Peristiwa 28 September 2018


Mitha Meinansi | Nusantara

MI/MITHA
 MI/MITHA
Bupati Sigi Mohamad Irwan memberikan sambutan dalam acara Dzikir Akbar di Masjid Al Falah, Desa LoLu, Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulteng.

PEMERINTAH Daerah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, menggelar Dzikir Akbar sebagai wujud mengenang empat tahun berlalunya peristiwa gempa berkekuatan magnitudo 7,4 serta bencana likuifaksi pada 28 September 2018 silam, yang mengakibatkan ribuan korban meninggal dunia, hilang, dan luka-luka.

Empat tahun berlalu dari peristiwa bencana dahsyat tersebut,  Pemerintah Daerah Kabupaten Sigi menggelar Dzikir Akbar di Masjid Al Falah, Desa Lolu, Kecamatan Biromaru, atas keselamatan, dan doa bersama untuk para korban bencana.

Dzikir yang dihadiri Bupati Sigi Mohamad Irwan bersama Ketua DPRD Kabupaten Sigi Mohamad Rizal Intjenae, para staf ahli, asisten, pimpinan OPD, camat, kepala desa, dan warga sekitar, juga dilakukan  di seluruh masjid yang ada di Kabupaten Sigi, berdasarkan surat edaran Bupati Sigi.

Baca juga: Pemda Sigi Ajukan Bantuan ke Kemensos untuk Korban Bencana

"Alhamdulillah, pada malam hari ini, kita bersama-sama bisa melakukan Dzikir di tempat ini," ujar Bupati Sigi dalam sambutannya usai Dzikir bersama, Rabu (28/9).

Gempa dan likuifaksi, empat tahun silam, selain menyebabkan ribuan orang meninggal dunia, hilang dan luka-luka, juga mengakibatkan rusaknya berbagai infrastruktur dan sarana penunjang pembangunan daerah.

Menurut Bupati Sigi, sampai saat ini, terdapat banyak hal yang sudah dilakukan dalam upaya pemulihan pascabencana. Namun, masih terdapat juga kekurangan, yang tidak perlu dijadikan kesalahan, tetapi harus dibenahi.

Sekian Dzikir Akbar, Pemda Sigi juga menggelar Ibadah Syukur atas keselamatan, dan doa bersama untuk para korban bencana, melalui umat Nasrani, di Gereja Toraja Jemaat Pniel, Desa Sidera, Kabupaten Sigi, yang dipimpin Pendeta Berly Tandipayung.

Dalam ibadah syukur itu, hadir Wakil Bupati Sigi Samuel Yansen Pongi bersama istri yang turut melaksanakan badah, pimpinan OPD, serta puluhan jemaat. (OL-1)

BERITA TERKAIT