28 September 2022, 21:28 WIB

Gandeng Laznas BMM, PT SMI Sumbang PLTS untuk Warga Manggarai Barat


mediaindonesia.com | Nusantara

Ist
 Ist
Peresmian Program Listrik untuk Kehidupan di Kampung Kolong, Desa Siru, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat, NTT.

PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (PT SMI) menggandeng Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Baitulmaal Muamalat (BMM) memberikan bantuan program “Listrik untuk Kehidupan” yang diperuntukkan bagi masyarakat daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan (DTPK).

Program Listrik untuk Kehidupan sendiri adalah pemberian bantuan berupa solar panel yang dikembangkan menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sehingga mampu menjadi sumber Energi Baru Terbarukan (EBT) dan menjadi solusi atas problematika kebutuhan listrik masyarakat setempat. 

PT SMI dan Laznas BMM kali ini memberikan bantuan Program Listrik untuk Kehidupan sekaligus instalasi air kepada masyarakat Kampung Kolong, Desa Siru, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang ditandai dengan acara peresmian pada Selasa (26/9) dan berlokasi di desa setempat.

Acara tersebut dihadiri oleh Muhammad Sapuri selaku Tim Corporate Social Responsibility PT SMI, Jahidin selaku Kepala Divisi Pendistribusian dan Pendayagunaan Laznas BMM, Perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Desa Siru, Perangkat Desa Siru beserta Tetua Adat dan warga setempat.

Baca juga: Brimob Polda NTT Distribusikan Air Bersih Di Wilayah Yang Kekeringan

“Alhamdulillah air sudah dekat, pun sekarang listrik sudah menyala 24 jam. Semoga bisa membawa banyak manfaat untuk masyarakat, mohon bantuannya untuk djjaga, dirawat dan kita pergunakan bersama-sama,” ujar Muhammad Sapuri.

Latar belakang dipilihnya Desa Siru sebagai lokasi program adalah karena kondisi desa tersebut yang belum teraliri listrik dan sulitnya akses air bersih.

Tak ada aliran listrik dan sulitnya ar bersih telah menimbulkan berbagai kendala pada sektor kehidupan masyarakat setempat, mulai dari problematika kebutuhan penerangan fasilitas umum seperti rumah ibadah dan jalanan, distribusi air bersih, sektor pendidikan, hingga aktivitas ekonomi warga yang berbasis pertanian. 

Sebelum diberikan bantuan PLTS, listrik adalah barang yang mahal di wilayah tersebut dan warga harus merogoh kocek secara kolektif sekitar tiga juta setiap bulannya untuk membeli bahan bakar genset sebagai sumber listrik.

Genset juga hanya dinyalakan secara terbatas dalam durasi 3,5 jam per hari yakni mulai pukul 17.30 sampai dengan 21.00 WITA untuk pemenuhan kebutuhan air bersih dan penerangan masjid setempat.

Nahasnya, jika genset mengalami kerusakan, warga terpaksa harus mengambil air ke bawah jurang dengan kedalaman 150 meter agar tetap dapat memenuhi kebutuhan air bersih mereka.

Nanang Basuki selaku PJS Direktur Eksekutif Laznas BMM menyampaikan “Melalui program listrik untuk kehidupan dari Laznas BMM dan PT SMI ini semoga permasalahan kebutuhan listrik di Desa Siru dapat teratasi karena seperti yang kita ketahui bersama bahwa listrik adalah komponen penting yang menggerakan berbagai sendi aktivitas masyarakat dalam berbagai aspek. "

"Terima kasih banyak pula kami ucapkan kepada PT SMI yang telah bersedia untuk menjalin kerjasama dengan kami, semoga kerjasama ini dapat terus berjalan sehingga mampu semakin menebarluaskan kebermanfaatan,” kata Nanang.

Program Listrik untuk Kehidupan dengan berbasis PLTS tersebut juga merupakan salah satu wujud komitmen BMM untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan energi baru terbarukan yang terjangkau dan juga ramah lingkungan sehingga sejalan dengan tujuan Sustainable Goals Development, poin ke-7; energi bersih dan terjangkau. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT