27 September 2022, 21:56 WIB

Jelang KTT G20, Bandara Ngurah Rai Terapkan Sistem Buka-Tutup


Ficky Ramadhan | Nusantara

Antara
 Antara
Pesawat milik maspakai Citilink bersiap lepas landas di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali.

KEMENKO Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) selaku Ketua Bidang Dukungan Penyelenggara Acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 akan mengatur layanan penerbangan masuk dan keberangkatan di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, pada acara KTT G20.

"Untuk mengatur penumpukan layanan penerbangan, kami bersama Angkasa Pura, Airnav dan otoritas bandara akan menyiapkan strategi untuk buka tutup bandara," jelas Kabiro Komunikasi Kemenko Marves Andreas Dipi Patria dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (27/9).

Baca juga: Infrastruktur dan Fasilitas KTT G20 Ditargetkan Siap Akhir Oktober 2022

"Jadi buka tutup bandara ini akan disesuaikan dengan jadwal yang akan didesain sedemikian rupa. Sehingga, penerbangan komersil dapat memilih jadwal yang terbuka untuk perkiraan waktu landing di bandara Bali," imbuhnya.

Nantinya, saat bandara tersebut ditutup, kata Andreas, digunakan untuk delegasi KTT G20 yang hadir. Untuk jadwal kedatangan delegasi, pemerintah menawarkan lewat kedutaan masing-masing dari setiap negara.

"Jadwal akan diatur sedemikian rupa dan sifatnya buka tutup untuk mendistribusikan beban. Baik landing maupun take off pesawat di Bandara I Gusti Ngurah Rai," papar Andrea.

Baca juga: Kemenkes Siapkan Pelayanan Kesehatan Darurat Jelang KTT G20

Untuk mengurangi kepadatan, pemerintah melalui Kemenparekraf akan memberikan catatan atau travel note kepada pelaku wisata. Dalam hal ini, untuk mengurangi jadwal pelaksanaan wisata saat pelaksanaan KTT G20.

"Karena saat itu, akan ada penutupan bandara. Mungkin juga ada pengurangan sedikit penerbangan komersil. Tentu saja untuk menghindari orang-orang yang akan datang ke Bali," sambungnya.(OL-11)

BERITA TERKAIT