26 September 2022, 14:01 WIB

Petani Aceh Buang Banyak Tomat karena Harganya Anjlok


Amiruddin Abdullah Reubee | Nusantara

MI/Amiruddin Abdullah Reubee.
 MI/Amiruddin Abdullah Reubee.
Buah tomat yang baru di panen.

PETANI tomat di kawasan Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah, Provinsi Aceh, sejak dua pekan terakhir merugi. Pasalnya harga buah tomat hasil produksi mereka sekarang sedang anjlok ke level paling rendah.

Tingkat pengumpul sayur di Pasar Bale Atu, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, pada Senin (26/9), misalnya, harga buah tomat segar kualitas super dan ukuran besar Rp1.500/kg (kilogram). Lalu harga tomat ukuran sedang lebih murah lagi yakni hanya Rp1.000/ kg. Ini harga terendah sejak awal Januari 2022.

Ironinya lagi, selain turun harga yang luar biasa, ribuan kilogram hasil produksi panen petani tidak terjual dan terbuang begitu saja. Sebagian petani malah membiarkan buah sayuran itu alias tidak dipetik atau tinggal di batang.

Lebih parah lagi, ada ratusan kg buah tomat yang tidak laju terjual terpaksa dibuang ke parit jalan. Bahkan banyak juga yang dibuang ke bak truk sampah sehingga diangkut oleh petugas dari Dinas Kebersihan ke lokasi tempat pembuangan akhir (TPA) di kawasan Uber-Uber Bener Meriah. "Ini rasa kekecewaan petani dan pedagang kepada pemerintah yang tidak berupaya sedikit saja untuk menyelamatkan petani sayur," tutur Maimun, tokoh masyarakat Bener Meriah.

Baca juga: Pemkab Garut Ekspor Perdana Sale Pisang ke Malaysia

Kondisi serupa juga terjadi di Pasar Pagi Kota Takengon, ibu kota Aceh Tengah. Banyak buah tomat di pedagang eceran itu sepi pembeli. Selain banjir hasil panen, jarang pedagang dari luar kabupaten tersebut mengumpulkan buah tomat dari petani di kebun yang langsung memasok ke pasar lokal kabupaten tetangga.

"Harga Rp1.000 terendah sejak awal Januari 2022. Ini setelah harga musim panen raya pada pertengahan 2021 yang anjlok pada tingkat termurah Rp500 per kg," tambah Maimun.

Catatan Media Indonesia, Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah merupakan kawasan penghasil sayur terbesar di Serambi Mekkah. Beberapa jenis sayur produksi dua kabupaten di dataran tinggi Gayo itu antara lain tomat, kentang, cabai hijau, labu jepang, kol, dan kacang merah. (OL-14)

BERITA TERKAIT