21 September 2022, 16:26 WIB

Survei Sebut Ridwan Kamil Masih Terkuat di Pilkada Jabar


Depi Gunawan | Nusantara

ANTARA/Dedhez Anggara
 ANTARA/Dedhez Anggara
Gubernur Jabar Ridwan Kamil memasangkan topi kepada seorang anak saat baksos di kampung nelayan Karangsong, Indramayu, Kamis (15/9).

GUBERNUR Ridwan Kamil memiliki potensi besar memenangi Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Barat jika dia kembali maju pada 2024 mendatang.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, mengatakan, elektabilitas Ridwan Kamil di Jabar kini berada di posisi teratas mengungguli beberapa figur nasional seperti Prabowo Subianto maupun Anies Baswedan.

"Elektabilitas Ridwan Kamil di Jabar itu nomor 1 mengalahkan dua figur sebelumnya seperti Prabowo Subianto dan Anies Baswedan. Sebelumnya, Jabar dikuasai dua nama itu," kata Burhanuddin ditemui di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, beberapa waktu lalu.

Dia mengatakan, Ridwan Kamil (RK) memiliki persepsi positif dari warga Jabar sehingga elektabilitasnya berada di paling atas jika dia maju ke
pertarungan pemilihan kepada daerah mendatang.


Baca juga: Bupati Purwakarta Gugat Cerai Dedi Mulyadi


"Dalam Pilkada Jabar itu akan terbuka kalau RK tidak maju, tetapi kalau dia masih maju, tentu peluangnya tetap lebih besar," bebernya.

Namun, lanjut Burhanuddin, konstelasi politik di Jabar bisa berubah jika Emil --sapaan Gubernur Jabar-- itu maju di Pemilu Presiden (Pilpres).

"Tapi tidak maju entah karena dapat tiket sebagai cawapres 2024, peluang calon lain lebih terbuka lagi karena yang muncul calon-calon baru relatif punya kans," ucapnya.

Burhanuddin menuturkan, berdasarkan survei nasional terkait pilihan capres, memang ada indikasi kenaikan elektabilitas Emil sebagai calon
presiden. Tetapi elektabilitas itu tidak mengalami kenaikan jika dibandingkan Juli 2022 lalu.

"Jadi naik dibanding survei Mei tetapi mengalami stagnasi di Juli dan Agustus. Tetapi jika dibandingkan dengan Mei memang kenaikannya cukup eksponensial, jadi sekitar 10% elektabilitas RK dan sebagian besar diambil dari Jabar, jadi Jabar menjadi sumber kenaikan elektabilitas secara nasional," jelasnya. (OL-16)

 

BERITA TERKAIT