20 September 2022, 20:09 WIB

Pasang PLTS, Pabrik Gula Kebon Agung Tingkatan Penggunaan EBT


Bagus Suryo | Nusantara

MI/Bagus Suryo
 MI/Bagus Suryo
Peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 1 MWp di Pabrik Gula Kebon Agung, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (29/9).

PABRIK Gula (PG) Kebon Agung di Kabupaten Malang, Jawa Timur, meningkatkan penggunaan energi terbarukan (EBT) menjadi 95% dengan memasang sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 1  MWp.

"Penerapan PLTS di pabrik gula ini pertama kali di pabrik gula nasional, mungkin juga pertama di Jawa," tegas Direktur Utama PT Kebon Agung Didid Taurisianto, Selasa (20/9).

Ia menjelaskan PLTS mendukung program pemerintah dalam pemenuhan energi terbarukan. Selain PLTS, PG Kebon Agung juga memanfaatkan ampas tebu untuk Pembangkit Listrik Tenaga Biomass (PLTBm) yang dikonversi menjadi energi listrik berkapasitas 15 MW.

"Ini upaya nyata meningkatkan kapasitas produksi dan agrobisnis usaha berbasis ramah lingkungan sekaligus dukungan 23% bauran EBT sampai 2025," katanya.

Pemimpin Pabrik Gula Kebon Agung Malang Heru Cahyono menambahkan, PLTBm memanfaatkan ampas tebu dijadikan uap untuk energi memasak nira dan menggerakkan turbin. "PG Kebon Agung sebenarnya sudah mandiri energi. Akan tetapi, listrik PLN tetap diperlukan dalam memproduksi gula," ucap Heru.

Adapun pembangunan PLTS atap bekerja sama dengan SUN Energy. Sistem kerja sama build operate and transfer (Bot) selama 30 tahun termasuk operasional dan perawatan menjadi tanggung jawab SUN Energy. Nilai investasinya Rp12 miliar-Rp13 miliar.

Menurut Chief of Sales SUN Energy Oky Gunawan, PLTS berkapasitas 1 MWp yang terpasang di PG Kebon Agung ini diharapkan menjadi referensi bagi industri gula lainnya sebagai langkah maju memanfaatkan EBT. "PLTS ini 10%-30% lebih murah dibandingkan listrik PLN," ujarnya.

Sementara itu Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Basilio Dias menyatakan apa yang dilakukan PG Kebon Agung sangat bagus dalam mewujudkan net zero emissions atau nol emisi karbon. "Sejauh ini kinerja pencapaian EBT sudah 13% dari target 23% sampai 2025. Pemerintah terus mendorong energi ramah lingkungan berbasis baru terbarukan," ujarnya. (OL-15)

 

BERITA TERKAIT