20 September 2022, 11:10 WIB

Masyarakat di Pulau Kemaro Kembali Diberi Pelatihan Skill agar Lebih Berdaya


Dwi Apriani | Nusantara

MI/Dwi Apriani
 MI/Dwi Apriani
Masyarakat di Pulau Kemaro mendapat Pelatihan Peningkatan Kompetensi Program Sesera dari PT Pusri Palembang.

SEBAGAI salah satu bentuk lanjutan dari Program SESERA Eco Edu Week (Pelatihan Peningkatan Kompetensi Program Sesera), PT Pusri Palembang yang merupakan anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) kembali melaksanakan Program SESERA yang dilaksanakan di Pulau Kemaro.

Program Sesera yang merupakan kepanjangan dari Sehat dan Sejahtera adalah sebuah program inovasi sosial Pusri, dimana program ini telah dimulai pada tahun 2019 dengan memberikan bantuan air bersih di Pulau Kemaro.

Disampaikan Vice President CSR PT Pusri Palembang, Alde Dyanrini bahwa Program SESERA Jilid II ini merupakan lanjutan program sebelumnya. "Bagi masyarakat yang belum mengikuti program awal, diharapkan dapat berpartisipasi sehingga semua masyarakat khususnya di Pulau Kemaro dapat
merasakan Program SESERA ini," jelasnya, kemarin.

Melalui program ini, Alde berharap sesuai dengan nama programnya agar pemberdayaan masyarakat Pulau Kemaro tersebut dapat meningkatkan Kesehatan dan kesejahteraan Pulau Kemaro.

Adapun beberapa program yang dilaksanakan diantaranya workshop Pengolahan Ikan Nila & Dogan Sebagai Kuliner Khas Pulo Kemaro bersama PIKA PSP, sosialisasi Pola Hidup Bersih dan Sehat bersama YAZRI. Kemudian pelatihan Pengelolaan Keuangan Sederhana dan pelatihan Pemeliharaan Solar Cell dan Fasilitas Pengolahan Air Bersih.

"Kami sangat senang sekali dengan adanya Program SESERA ini Warga Pulau Kemaro bisa membuat nugget dan puding dogan dan kedepannya bisa menjadi oleh oleh disini dan dapar menjadi makanan khas Pulau Kemaro," terang Robiyah yang merupakan salah satu warga Pulau Kemaro.

Robiyah berharap kedepannya semoga mereka bisa mendapatkan bantuan berupa alat untuk mengupas dogan. Agar bentuk dogan lebih menarik dan pelatihan bisa terus di dilakukan dan bisa menerapkan apa yang sudah di dapatkan saat pelatihan sehingga warga bisa mandiri. (OL-13)

Baca Juga: Harga Anjlok, Petani di Kabupaten Semarang Biarkan Tomat Busuk di Pohonnya

 

BERITA TERKAIT