19 September 2022, 09:40 WIB

Bonus Atlet Peraih Medali Porprov tak Kunjung Cair, DPRD Surabaya Meradang


mediaindonesia.com | Nusantara

dok.Ant-Diskominfo Surabaya
 dok.Ant-Diskominfo Surabaya
Sejumlah atlet asal Surabaya saat memagang piala juara utama di penutupan ajang Porprov VII Jawa Timur 2022 di Stadion Semeru, Kabupaten Lum

KOMISI D Bidang Pendidikan Olahraga DPRD Kota Surabaya meminta Pemerintah Kota Surabaya segera mencairkan bonus atlet peraih medali Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Jawa Timur pada Juli 2022.

"Pemkot Surabaya bekerja lambat soal pemberian bonus atlet porprov ini," sesal Ketua Komisi D DPRD Surabaya Khusnul Khotimah di Surabaya, Senin (19/9).

Khusnul sangat menyesalkan tiadanya apresiasi untuk atlet yang sudah berjuang sekuat tenaga  mengharumkan Surabaya.

Kontingen Surabaya menjadi juara umum Porprov VII Jawa Timur 2022 setelah mengantongi 130 medali emas, 99 perak dan 125 perunggu.

Sejak awal Pemkot Surabaya telah menyatakan akan memberikan bonus kepada atlet peraih medali. Bagi atlet tunggal penerima medali emas akan mendapatkan hadiah sebesar Rp32 juta, beregu antara 2-4 orang mendapatkan Rp27,2 juta, dan beregu lebih dari lima orang mendapatkan bonus Rp24 juta.

Untuk peraih medali perak tunggal mendapat bonus Rp16 juta, beregu 2-4 orang Rp13,6 juta dan beregu lebih dari lima orang sebesar Rp12 juta.

Sementara peraih perunggu tunggal mendapat bonus Rp8 juta, beregu 2-4 orang sebesar Rp6,8 juta dan beregu lebih dari lima orang Rp6 juta.

"Bonus tersebut sekarang sedang dinanti para atlet. Makanya kami mendesak untuk segera dicairkan," kata legislator PDI Perjuangan ini.

Menurut dia, idealnya bonus Porprov langsung diberikan saat penyambutan pada momen makan malam dengan Wali Kota Surabaya.

Oleh karena itu,  penyambutan tersebut bukan sekadar seremoni belaka, tapi adalah juga momen ketika atlet pulang membawa bonus karena telah mengharumkan Kota Surabaya.

Menurut Khusnul, Pemkot Surabaya melalui Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya memang telah meminta maaf atas keterlambatan pemberian bonus itu.

"Untuk selanjutnya, saya berharap kejadian ini jangan sampai terulang kembali. Bonus atlet harus diberikan tepat waktu. Sebab para atlet sudah berjuang membawa harum nama Surabaya," kata Khusnul.

Kepala Disbudporapar Surabaya Wiwiek Widayati sebelumnya menyampaikan, permohonan maaf karena belum bisa memberikan bonus sedini mungkin kepada atlet berprestasi dalam Porprov.

"Kami sekarang masih mengalokasikan kebutuhan untuk bonus atlet melalui PAK (perubahan anggaran keuangan) yang kini sedang dibahas di DPRD Surabaya," kata Wiwiek.

Wiwiek menjelaskan kenapa bonus untuk atlet Porprov Jatim 2022 hingga kini belum diberikan karena ada penambahan cabang olahraga dan nomor yang dipertandingkan pada Porprov 2022, selain jumlah medali yang diperoleh atlet telah melebihi prestasi 2019.

"Waktu itu di awal kami mengalokasikan Rp10 miliar. Nah, karena tahun 2022 ini jumlah peraih medali baik emas, perak dan perunggu yang semakin banyak, maka bonus yang diberikan juga semakin banyak," kata Wiwiek. (Ant/OL-13)

Baca Juga: Donor Kunjungi PMI Kabupaten Tabanan Pastikan Implementasi Program CP3

 

BERITA TERKAIT