17 September 2022, 07:54 WIB

Sadis, Bocah 6 Tahun di Sikka Disiksa dengan Besi Panas


Gabriel Langga | Nusantara

medcom
 medcom
Ilustrasi

KASUS kekerasan dan penganiayaan anak terjadi lagi di Indonesia. Kali ini, korbannya adalah seorang anak di Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Bocah berusia enam tahun itu disiksa menggunakan besi panas hingga sekujur tubuhnya terluka. 

Bocah berinisial N, yang merupakan warga Desa Nangahale, Kecamatan Talibura itu Ia disiksa oleh pamannya sendiri yang diketahui bekerja sebagai seorang sopir.

Kasus penganiayaan sadis ini baru terungkap ketika bocah enam tahun memilih melarikan diri ke rumah tetangga dan melaporkan kejadian tersebut pada tetangganya.

Baca juga: Tunggak Utang Koperasi, Anggota DPRD Sikka asal Perindo Digugat

Berdasarkan pengamatan mediandonesia.com, Sabtu (17/9),  terlihat sekujur tubuh hingga tangan anak ini penuh dengan luka bakar. Luka itu terjadi setelah ubuh dan tangan anak itu ditempel dengan besi panas oleh pamannya sendiri. Selain itu, kepala korban juga ikut terluka.

Menurut Sahanudin, awalnya dirinya sedang duduk-duduk istirahat di rumahnya. Tidak kemudian, ia mendapatkan berita dari tetangga korban bahwa ada kasus penganiayaan anak. 

Untuk itu, ia pun bergerak cepat menuju ke lokasi.  Selanjutnya, dirinya melihat langsung kondisi korban yang sangat memprihatinkan sehingga dirinya pun langsung membawa korban ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

"Saya datang lihat anak tersebut sangat memperhatikan. Sekujur tubuh anak ini terluka. Saya langsung bawa anak ini ke Puskesmas Watubaing untuk berobat. Anak ini disiksa oleh pamannya sendiri," papar dia.

Selain itu, ungkap Sahanudin, ia pun langsung melaporkan kasus ini kepada pihak Polsek Waigete atas kasus penganiayaan terhadap anak.

"Kasus ini saya sudah laporkan ke Polsek Waigete," ujarnya dengan singkatnya.

Sementara itu, Kabaghumas Polres Sikka AKP Margono membenarkan peristiwa tersebut. Ia pun mengaku kasus penganiayaan ini telah dilaporkan ke Polsek Waigete. 

Selanjutnya, kata Margono, pihaknya langsung bergerak cepat menuju ke lokasi dan memeriksa beberapa saksi dan juga korban dibawa ke Puskesmas Waigete untuk dilakukan visum.

"Kalau pelaku kita sudah amankan. Korban ini merupakan keponakannya sendiri. Pelaku sudah kita jebloskan ke sel tahanan untuk diproses lebih lanjut," pungkas dia. (OL-1) 

BERITA TERKAIT