13 September 2022, 22:48 WIB

Bantul Batal Naikkan Retribusi Wisata di Pantai Selatan


mediaindonesia.com | Nusantara

Antara
 Antara
Wisatawan memadati Pantai Parangtritis di Bantul, Yogyakarta.

PEMERINTAH Kabupaten Bantul membatalkan rencana penaikan besaran retribusi masuk wisata pantai selatan. Tujuannya, mencegah penurunan kunjungan wisatawan ke destinasi andalan di tengah kenaikan harga BBM.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menjelaskan rencana penaikan retribusi pantai selatan dari Rp10 ribu menjadi Rp15 ribu per orang, digulirkan sebelum pemerintah menaikkan harga BBM.

"Mengapa batal? Asumsinya bergeser. Kita merencanakan kenaikan retribusi dengan asumsi kondisi ekonomi makro tetap. Namun, begitu ada kenaikan BBM, mengakibatkan inflasi, termasuk biaya transportasi," katanya, Selasa (13/9).

Baca juga: Pengeluaran Wisatawan Terdampak Kenaikan Harga BBM, Ini Strategi Menparekraf

Menurutnya, jika tarif transportasi naik, biaya perjalanan wisatawan juga naik. Lalu, ketika harga tiket masuk wisata dinaikkan, biaya akan semakin tinggi. Kondisi itu dikhawatirkan menurunkan kunjungan wisatawan ke pantai selatan Bantul.

"Kalau wisatawan menurun, masyarakat yang berusaha di objek pariwisata akan terdampak. Jadi, kita ini hanya mengerem, supaya daya beli itu tidak terlalu rendah," pungkas Abdul.

Baca juga: Ini Upaya Jangka Pendek Ganjar Kendalikan Inflasi di Jawa Tengah

Begitu daya beli masyarakat tertekan, lanjut dia, tingkat kunjungan wisatawan di objek wisata kawasan Bantul juga menurun. "Dengan pertimbangan itu, kenaikan retribusi kita tunda," imbuhnya.

Abdul berharap kunjungan wisatawan ke Bantul tetap seperti sebelum kenaikan harga BBM. Namun, jika mengalami penurunan yang berdampak pada pendapatan asli daerah (PAD), pihaknya tidak terlalu mempersoalkan.

"Kita lebih mementingkan masyarakat, PAD itu kedua. Tapi, PDRB (produk domestik regional bruto) ini yang harus kita upayakan untuk naik. PDRB itu ukuran bagi kesejahteraan rakyat," tuturnya.(Ant/OL-11)


 

BERITA TERKAIT