12 September 2022, 18:12 WIB

Demonstrasi Tolak Penaikan Harga BBM di Banjarmasin Ricuh


Denny Susanto | Nusantara

MI/TAUFAN SP BUSTAN
 MI/TAUFAN SP BUSTAN
Ratusan mahasiswa Universitas Tadulako Palu, melakukan unjuk rasa di depan Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Senin (12/9).

AKSI demonstrasi penolakan penaikan harga bahan bakar minyak (BBM) kembali berlangsung di Kalimantan Selatan. Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalsel berunjuk rasa di depan Gedung DPRD, Senin (12/9).

Pantauan Media Indonesia, aksi unjuk rasa juga menutup ruas Jalan Lambung Mangkurat, tepat di depan Gedung DPRD Kalsel. Ratusan aparat kepolisian juga bersiaga untuk mengamankan aksi unjuk rasa yang terbilang besar di Kalsel ini.

Sempat terjadi kericuhan dan aksi saling dorong antara mahasiswa dan aparat pengamanan unjuk rasa.

Perwakilan mahasiswa pendemo, Yogi, bersikeras ingin bertemu langsung Ketua DPRD Kalsel, Supian HK, yang sedang tidak berada di tempat.


Baca juga: Polresta Cirebon Gerebek Gudang Pengoplos Gas Elpiji Subsidi


Aksi unjuk rasa penolakan penaikan harga BBM di Kalsel ini sudah beberapa kali berlangsung. Tidak hanya mahasiswa, aksi demonstrasi juga dilakukan organisasi kemasyarakatan, bahkan kelompok buruh yang juga berencana melakukan aksi serupa.

Haryanto, Anggota Komisi II DPRD Kalsel dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), menegaskan pihaknya menolak penaikan harga BBM yang ditetapkan pemerintah pada 3 September 2022 lalu.

Menurutnya, PKS menolak penaikan harga BBM subsidi karena akan memberatkan masyarakat.

"Penolakan ini merupakan aspirasi masyarakat di hampir semua
daerah. Karena itu, Fraksi PKS menolak kenaikan harga BBM bersubsidi yang memberatkan masyarakat," tegasnya.

Penaikan harga BBM ini mulai memicu terjadinya lonjakan harga kebutuhan pokok di Kalsel. Hingga berita ini ditulis pukul 16.30 Wita, mahasiswa masih bertahan menunggu Ketua DPRD Kalsel hadir menemui mereka. (OL-16)

BERITA TERKAIT