11 September 2022, 15:20 WIB

Tiket Mahal Penumpang Sepi, Bandara Aroepala Selayar Tutup Sejak Juni 2022


Lina Herlina | Nusantara

dok.ist
 dok.ist
Bandar Udara Aroepala, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulsel, tutup sejak Juni 2022 karena tiket mahal sehingga penumpang sepi.

PROVINSI Sulawesi Selatan memiliki sejumlah bandara perintis, untuk mempercepat waktu tempuh dari satu daerah ke daerah lain. Hanya saja, animo masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas itu masih minim. Hasilnya bandara pun tutup, seperti di Bandar Udara Aroepala, Kabupaten Kepulauan Selayar.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Selayar, Mesdiyono mengungkapkan, bandara tidak beroperasional lagi sejak Juni lalu. Alasannya, rendahnya animo masyarakat menggunakan fasilitas penerbangan untuk ke Selayar.

"Jadi, tidak ada penumpang dan tidak ada kepastian penerbangan. Selama ini, penumpang beli tiket karena tidak ada kepastian akhirnya di cancel, sehingga mereka kehilangan kepercayaan. Kemudian maskapainya juga merasa bahwa tidak ada lagi penumpang, jadi tutup," ungkap Mesdiyono,

Dia pun berharap, pihak maskapai yang pernah terbang ke Selayar, bisa mengatur ulang jadwal penerbangannya agar masyarakat tidak bingung. "Misalnya diatur saja penerbangan pastinya dua kali seminggu. Selain itu, harga tiket juga jangan terlalu tinggi kenaikannya, agar tetap terjangkau masyarakat," harap Mesdiyono.

Saat baru beroperasi, harga tiketnya maksimal Rp750 ribu. Tapi seiring perkembangan jalan, sempat mencapai RpRp1,4 juta. "Harga itu terlalu mahal dibanding ke Jakarta atau ke Surabaya. Kita sih berharap bisa normal seperti dulu yang tiketnya dikisaran Rp200-Rp400 ribu,"lanjut Mesdiyono.

Dia pun menjelaskan, ingin mendorong kembali penerbangan perintis bisa kembali hidup, dengan menggelar rapat bersama pihak Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Selatan, juga maskapai penerbangan.

"Kami akan menjamin untuk mencari dan ketersediaan penumpang, asalkan pihak maskapai, juga memberikan jaminan kesiapan penerbangan. Tentu ini menjadi rumit, namun kami sepakat mencari solusi agar penerbangan di kabupaten Selayar bisa jalan lagi," jelas Mesdiyono.

Muhammad Arafah, Kepala Dinas Perhubungan Sulsel pun menambahkan, jika penutupan Bandara Aroepala di Selayar karena sudah tidak ada aktivitas penerbangan di sana. "Tidak ada penumpang, jadi semua rugi, karena memang tanpa subdisi. Hanya saja, kami berupaya membangkitkan penumpang, dan sedang mencari solusinya," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bandara Aroepala Selayar, Syarifuddin membantah penutupan bandara. Menurutnya, bukan bandara yang tutup. "Jadi informasi penutupan bandara kurang benar. Yang benar ada tidak ada penerbangan, tidak ada operasional penerbangan. Bukan bandara yang tutup, karena kalau ada keadaan emergency tetap difungsikan, kami tetap beraktivitas," tukasnya.

"Bandara di Selayar tetap beroperasi setiap hari dari jam 07.00 sampai dengan 16.00 Wita. Hanya maskapai yang melayani penerbangan ke sana untuk sementara dihentikan karena kurangnya penumpang. Dulu itu dilayani oleh Wings Air," tutup Syarifuddin. (OL-13)

Baca Juga: Organda Buleleng Usul Naikan Tarif Angkutan Umum 15-20 Persen

BERITA TERKAIT