08 September 2022, 11:05 WIB

Kemeriahan Makassar F8 Sinyal Bangkitnya Ekonomi Masyarakat


Lina Herlina | Nusantara

Dok. Pemkot Makassar
 Dok. Pemkot Makassar
Pembukaan Makassar International Eight Festival and Forum 2022 atau Makassar F8 2022, Rabu malam (7/9)

KEMERIAHAN terlihat saat pembukaan Makassar International Eight Festival and Forum 2022 atau Makassar F8 2022, akhirnya kembali digelar setelah sempat terhalang pandemi Covid-19, dan merupakan salah satu kalender event Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI.

Sebanyak 500 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) serentak mengenakan busana merah dipadukan bando kuning keemasan dan siswa mengenakan topi runcing merah tobaraniyya, tampak lincah melompat ke kiri dan ke kanan mengikuti iringan nada 100 buah gendang di panggung utama Makassar F8, yang digelar di Anjungan Pantai Losari, Makassar, Sulawesi Selatan.

Acara yang pembukaannya dihadiri Menparekraf RI, Sandiaga S Uno dan sejumlah kepala daerah dari provinsi lain, serta tamu negara itu, dimulai Rabu (7/9) malam hingga Minggu (11/9) mendatang dengan sajian banyak hal, mulai dari budaya, fashion, kuliner dan banyak lagi.

Pada puncak pembukaan kegiatan para tamu diajak menikmati Gala Dinner bersama Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto di atas kapal pinisi, yang merupakan kapal kebanggaan masyarakat Sulsel, wembari merasakan angin sepoi-sepoi dan kulineran khas Kota Makassar seperti
Coto Makassar dan Pisang Epe.

Tak sekadar hadir saja, beberapa negara diantaranya akan berpartisipasi dengan menampilkan beberapa film penting bersejarah. Ada empat negara yang akan menghibur pengunjung Makassar F8 diantaranya Australia, Jepang, Portugal dan Jerman. Selebihnya beberapa negara akan menampilkan
hasil-hasil desain fashionnya.

Bagi Wali Kota Makassar yang akrab disapa Danny Pomanto, F8 adalah kegiatan untuk mengembalikan semangat anak Makassar untuk terus bergerak maju. "Festival ini diharapkan mampu menstimulan anak Makassar untuk terus berbenah dan tetap semangat dalam mengembangkan diri demi kemajuan daerah," katanya.

F8 merupakan kegiatan tahunan yang sudah lima kali digelar. Kegiatan tersebut menghadirkan nuansa lokal serta cerita heroik anak Makassar yang gagah berani seperti Daeng Mangalle dalam pertunjukan angngaru. Angngaru adalah puisi semangat.

"Sengaja ditampilkan cerita Daeng Mangalle agar masyarakat paham ada orang Makassar yang begitu gagah berani dan tidak takut untuk mempertahankan harga diri. Menggunakan badik sebagai pusaka dari Makassar sebagai senjata," lanjut Danny.

Bahkan sebelum pembukaan, masyarakat Kota Makassar disuguhi tontonan atraksi shukoi dari TNI AU, lalu ada terjun payung dan bersih-bersih Pantai Losari.

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia, Sandiaga pun menyambut baik pagelaran F8 tersebut. Baginya itu bisa membangkitkan kunjungan wisatawan di Sulsel umumnya dan Makassar khususnya.

"Provinsi Sulsel kaya ragam destinasi wisata, keindahan alamnya pun sungguh menawan, mari terus sinergi bersama wujudkan Parekraf Makassar semakin terdepan. EWAKO, ke Sulsel Maki," seru Sandiaga Uno memberi semangat.

Dia juga menambahkan, jika pemerintah pusat sangat mendukung F8, menjadikan pariwisata kita semakin bergerak, ciptakan 1,1 juta lapangan kerja tahun ini berkat kita bersama," pungkas Sandiaga. (OL-13)
 

 

BERITA TERKAIT