07 September 2022, 16:00 WIB

Pola Pembinaan Di Lapas Cianjur Tuai Apresiasi Wamen Hukum Dan HAM


Benny Bastiandy/Budi Kansil | Nusantara

MI/Benny Bastiandy
 MI/Benny Bastiandy
Wamen Hukum dan HAM, Edward Oemar Sharif Hiariej (tengah) saat mengunjungi Lapas Kelas II B Cianjur, Jawa Barat, Rabu (7/9). 

WAKIL Menteri (Wamen) Hukum dan HAM, Edward Oemar Sharif Hiariej, mengapresiasi pola pembinaan yang diterapkan Lapas Kelas II B Cianjur. Terlebih, di lapas yang berada di Jalan Aria Cikondang itu memiliki Pondok Pesantren Terpadu At-Taubah.

"Saya tadi mengunjungi, ada pola Lapas Kelas II B Cianjur. Ada satu yang menarik bahwa ada beberapa mantan warga binaan yang sempat mengikuti pesantren, kemudian saat kembali ke masyarakat mereka bisa menularkan ilmunya," terang Eddy Hiariej, sapaan akrab Edward Oemar Sharif Hiariej, kepada wartawan di Lapas Kelas II B Cianjur, Rabu (7/9).

Pesantren Terpadu At Taubah Lapas Kelas II B Cianjur merupakan pioner berdirinya pesantren-pesantren lain di lingkungan lapas di Indonesia. Pesantren At-Taubah didirikan sejak 2012.

Setiap warga binaan yang muslim, wajib mengikuti syiar keagamaan di Pesantren Terpadu At-Taubah. Mereka dibekali berbagai ilmu keagamaan agar kelak kembali ke masyarakat bisa lebih berdaya guna, selain memiliki berbagai keterampilan lain untuk modal berusaha.

"Jadi, yang paling penting adalah pola pembinaan. Kita harapkan, pola pembinaan di lapas bisa menyadarkan warga binaan ketika kembali ke masyarakat tidak mengurangi perbuatan pidana dan bisa diterima (masyarakat)," tegas Eddy Hiariej.

Pola pembinaan warga di Lapas Kelas II B Cianjur merupakan suatu hal yang positif. Bahkan bisa menjadi contoh bagi pola pembinaan di lapas lainnya. "Kalau masukan bagi Lapas Cianjur, ya tingkatkan kinerja. Ini berlaku bagi lapas di mana-mana," ucapnya.

Ia menambahkan, Undang-Undang Pemasyarakatan yang baru belum lama ini sudah disahkan. Satu di antaranya mengatur hak-hak terpidana yang harus segera diberikan. "Sekarang kita sedang menyusun PP (peraturan pemerintah) dalam rangka itu dan juga untuk mengurangi overkapasitas," pungkasnya.

Kepala Lapas Kelas II B Cianjur, Heri Aris Susila, menjelaskan kunjungan kerja Wamen Hukum dan HAM untuk meninjau Lapas Cianjur sekaligus Kantor Imigrasi Cianjur. Sebelumnya, sebut Aris, Wamen menghadiri sosialisasi RKUHP di Bandung.

"Peninjauan lebih kepada melihat pola pembinaan yang kami lakukan kepada warga binaan," kata Aris.(OL-15)

BERITA TERKAIT