05 September 2022, 15:03 WIB

Kasus HIV Di Palembang Meningkat


Dwi Apriani | Nusantara

DOK MI
 DOK MI
HIV

PEMERINTAH Kota Palembang, Sumsel mencatat saat ini kasus HIV di wilayahnya cukup tinggi. Tercatat ada 185 kasus HIV. Data tersebut dari Januari sampai Juli 2022.

"Dari 185 kasus HIV sebanyak 116 kasua merupakan lelaki seks dengan lelaki atau LSL," kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Palembang Yudhi Setiawan.

Dijelaskan, dari 116 kasus LSL ini dengan rincian 15 mahasiswa, 35 pegawai swasta, 3 tenaga profesional non-medis, satu tenaga profesional medis, 14 wiraswasta, dua orang tidak bekerja dan 46 pekerjaan lain-lain.

Jumlah ini terbilang meningkat dari tahun sebelumnya yaitu di 2021 ada 64 kasus. Dengan rincian 5 mahasiswa, 19 pegawai swasta, dua tenaga profesional non-medis, 13 wiraswasta, dua TNI/Polri, satu PNS, satu pelaut, satu seniman, serta 20 pekerjaan lain-lain.

"Untuk 2021, total ada 93 yang terpapar HIV dan di 2022 hingga Juli sudah ada 185 kasus, artinya meningkat cukup signifikan. Biasa ini karena gaya hidup," katanya.

Sementara itu dari segi umur yang terpapar HIV rata-rata usia produktif di usia 20-24 tahun dan 25-49 tahun. Untuk anak-anak ada hanya jumlahnya kecil.

Sementara itu, Kasi Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan Sumsel Mulyono menambahkan, berdasarkan data yang ada sampai Juni 2022 di Sumsel ada 210 kasus HIV yang tersebar di 13 Kabupaten/Kota.

"Dari 13 Kabupaten/Kota tersebut terbanyak di Palembang ada 112 kasus. Kemudian Banyuasin ada 19 kasus, OKI ada 17 kasus, Muara Enim ada 15 kasus, OKU Timur ada 11 kasus, Muba ada 10 kasus, Prabumulih ada 7 kasus, OI ada 5 kasus, OKU ada 4 kasus, Pagaralam ada 3 kasus, Lahat ada dua kasus dan Lubuklinggau serta OKU Selatan masing-masing satu kasus," jelasnya.

Dibandingkan dengan 2021 ada 208 kasus HIV. Artinya sudah ada peningkatan dari sebelumnya. Sedangkan untuk Aids di 2021 ada 121 kasus dan di 2022 ada 112 kasus.

Untuk kasus HIV AIDS ini didominasi laki-laki usia 20 - 29 tahun dan 30-39 tahun atau usia-usia produktif. Kemudian berdasarkan data yang ada untuk 2022 memang didominasi LSL sebanyak 149 kasus. Sedangkan pada 2021 ada 131 yang LSL.

"LSL ini biasanya karena perilaku seksual sesama jenis dengan tidak memakai pengaman. Mereka termasuk yang rentan karena ketika gesekan yang ditimbulkannya bisa mengakibatkan lecet dan berdarah akhirnya tertular," ungkapnya. (OL-15)

BERITA TERKAIT