02 September 2022, 22:29 WIB

Retail Moderen Gerus Omzet Pedagang Pasar Tradisional


Bagus Suryo | Nusantara

ANTARA
 ANTARA
Ilustrasi 

ASOSIASI Koperasi Ritel Indonesia (Akrindo) menyatakan omzet peretail kecil, koperasi, dan pasar tradisional semakin merosot karena menjamurnya retail besar dan moderen yang merambah hingga perdesaan.

"Pemerintah harus mengatur pembatasan retail modern yang berdampingan dengan retail koperasi dan pasar tradisional," tegas Ketua Akrindo Sriyadi Purnomo, Jumat (2/9).

Sriyadi menjelaskan pemerintah daerah harus menegakkan peraturan daerah (perda) secara benar. Penerapan perda, lanjutnya, agar mengatur retail besar moderen yang berdampingan dengan retail kecil koperasi dan retail pasar tradisional.

Ia mengatakan, sejauh ini kondisi peretail kecil kian terpuruk apalagi kebijakan kenaikan cukai rokok berimbas menurunkan daya beli. Bahkan, harga BBM  yang mahal akan merepotkan lantaran otomatis menaikkan biaya transportasi.

"Kami sudah sampaikan ke Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa terkait tarif cukai terutama sigaret keretek tangan jangan naik dan penolakan revisi PP No. 109 Tahun 2012," katanya.

Karena itu dalam rapat koordinasi anggota Akrindo di Kota Batu merekomendasikan cukai hasil tembakau 2023 jangan naik. Kalaupun terpaksa cukai naik itu sesuai inflasi maksimal 3%. Termasuk menolak revisi Peraturan Pemerintah (PP) No. 109 Tahun 2012 yang mengatur pertembakauan. "Kenaikan cukai rokok memicu PHK dan kemiskinan di saat pemulihan ekonomi akibat pandemi covid-19," pungkasnya. (OL-15)

BERITA TERKAIT