22 August 2022, 19:36 WIB

Dai dan Khatib Diminta Sampaikan Pesan Damai pada Umat


M Yakub | Nusantara

MI/M YAKUB
 MI/M YAKUB
Ribuan jemaah sedang mengikuti tausiyah kebangsaan di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.

DETASEMEN Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri meminta para dai dan khatib menyampaikan pesan damai pada umat. Ini karena para dai dan khatib memiliki peran penting dalam mengembangkan nilai toleransi di tengah masyarakat.

Hal itu disampaikan Kepala Unit 1 Subdit Kontra Ideologi Direktorat Pencegahan Densus 88 AKB Moh Dofir dalam Silaturahim Dai dan Khatib di Pemkab Lamongan, Jawa Timur, Senin (22/8).

Menurut dia, isu intoleransi dan radikalisme yang berkembang di masyarakat berpotensi melahirkan terorisme. Dalam kasus ekstremnya akan memicu aksi teroris, dan meresahkan masyarakat, hingga menimbulkan ketidakpercayaan publik terhadap pemerintah.

Untuk menjaga dan mengembangkan toleransi ini, kata dia, dai dan khatib dianggap memiliki peran penting dalam penyampaian pesan damai pada masyarakat. Hal ini sangat strategis karena dai dan khatib yang terjun langsung di tengah masyarakat, untuk mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat terkait toleransi.


Baca juga: Pemerintah Komit dan Terus Berupaya Wujudkan Papua Damai


"Para dai dan khatib ini memiliki peran utama dalam rangka penyampaian pesan perdamaian, serta memiliki otoritas mengarahkan agar menghindari pemikiran dan perilaku intoleransi. Dengan adanya silaturahmi ini diharapkan ke depannya para dai dan khatib bisa membumikan materi toleransi dan pesan damai," kata Dofir.

Kegiatan Silaturahim Dai dan Khatib dalam rangka penguatan Islam wasathiyah untuk Indonesia damai ini dibuka Bupati Yuhronur Efendi. Bupati mengatakan, wilayah Lamongan yang luas dengan berbagai macam karakteristik ini termasuk rawan berkembangnya isu radikalisme.

Ia juga mengajak semua pihak untuk memberikan dukungan agar terbangun iklim yang kondusif di Kabupaten Lamongan.

"Mudah-mudahan acara ini benar-benar bisa membangun kembali komitmen kita bersama untuk mantap melangkah bersama, berkolaborasi membangun Lamongan yang kondusif dan inklusif," harapnya.

Silaturahim Dai dan Khatib ini diikuti oleh 100 peserta dari perwakilan kecamatan dan ormas-ormas Islam yang ada di Lamongan. Acara ini juga mendatangkan 3 narasumber antara lain, Ketua Aswaja Center PWNU Jatim yang juga Ketua Komisi Fatwa MUI Jatim KH Maruf Khozin, Ustaz Abu Fida (eks napiter), dan KH D Zawawi Imron (tokoh agama dan budayawan nasional). (OL-16)

 

BERITA TERKAIT