18 August 2022, 18:15 WIB

PT Santi Gandeng Investor Asing Budi Daya Malapri di Lembata


Alexander P Taum | Nusantara

MI/ALEXANDER P TAUM
 MI/ALEXANDER P TAUM
Pj Bupati Lembata, Nusa Tenggara Timur, Marsianus Jawa berdialog dengan para calon investor

 


PT Sahabat Nusantara Teknologi Inovasi (PT Santi) mengandeng investor
asal Belanda, untuk berinvestasi pada budi daya malapri di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur.

Malapari merupakan salah satu jenis tumbuhan pantai yang berpotensi
sebagai alternatif sumber bioenergi dan berbagai manfaat lainnya.

Tanaman yang kini telah memberi manfaat besar bagi negara Paraguay,
Amerika Latin itu, akan dikembangkan di Lembata. Upayanya akan dimulai dengan riset.

"Riset dilakukan para peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) guna memastikan genetik malapari terbaik asal Lembata yang siap
dikembangkan di Lembata," ungkap Bibin Busono, Komisaris PT Santi, di ruang rapat Bupati Lembata, Kamis (18/8).

PT Santi bersama investor asal Belanda Marcel Van, CEO dan Founder
Investancia; Aam Aminah, peneliti aspek tanaman malapari dari BRIN, serta Desmiwati, peneliti aspek sosial budaya dan regulasi dari BRIN.

Tim bertemu Penjabat Bupati Lembata, Marsianus Jawa. "Pemda bertugas memastikan ketersediaan lahan. Kami melihat adanya peluang lahan yang bisa dioptimalkan untuk penanaman malapari ini," ujar Marsianus.


Sementara itu, Bibin Busono, Komisaris PT SANTI mengatakan, pihaknya
membutuhkan lahan seluas  100 ribu hektare untuk pengembangan malapari.
"Tanaman ini tidak mengganggu kehidupan yang ada. Ini diperlukan dana besar. Kami akan tanam di tanah yang tidak atau belum terpakai."

Perusahaan membeli buah untuk dikelola menjadi sumber energi minyak nabati untuk bio avtur.

Di sisi lain, Kepala UPT Kesatuan Pemangku Hutan Lembata Linus Lawe menyatakan saat ini sudah ada sekitar 280 hektare lahan yang digunakan untuk budi daya malapri yang berada di dalam kawasan hutan. Lahan dikelola masyarakat melalui gabungan kelompok tani. (N-2)

BERITA TERKAIT