15 August 2022, 18:27 WIB

Cuaca Buruk Berpotensi Terjadi di Cilacap


Lilik Darmawan | Nusantara

Medcom
 Medcom
Ilustrasi 

STASIUN Meteorologi BMKG Tunggul Wulung, Cilacap, Jawa Tengah kembali mengeluarkan peringatan cuaca buruk. Pengamat cuaca Stasiun Meteorologi BMKG Tunggul Wulung Cilacap Rendi Krisnawan mengatakan potensi hujan deras masih potensial terjadi. "Sehingga potensi banjir, longsor, angin kencang dan sambaran petir masih terjadi," jelas Rendi.

Menurutnya, ada sejumlah kecamatan di Cilacap yang terancam diantaranya Dayeuhluhur, Wanareja, Majenang, Bantarsari, Kawunganten, Gandrungmangu, Kedungreja dan Sidareja. Kemudian di Banyumas ada Lumbir, Pekuncen, dan Cilongok. Kemudian di Purworejo yang perlu diwaspadai adalah Gebang, Loano, Kemiri, Bruno, Kutoarjo, Bayan, Kaligesing dan Purworejo.

"Sedangkan di Purbalingga ada Kecamatan Karangjambu, Karangmoncol dan Rembang. Kemudian di Banjarnegara adalah Kecamatan Pandanarum, Banjarmangu, Kalibening, Punggelan, Karangkobar serta Wanayasa," tambahnya.

Di Banyumas, hujan deras yang memicu kerusakan sejumlah ruang kelas di sekolah dasar (SD) di Desa Ramdegan, Kecamatan Wangon. Ada dua ruang kelas yang kini makin parah kondisinya, sehingga tidak dapat digunakan untuk proses kegiatan belajar dan mengejar. Gedung SD yang mengalami kerusakan parah adalah SD Negeri 2 Ciarus, Desa Randegan, Kecamatan Wangon.

Kepala SD Negeri 2 Ciarus Kusdiyanto mengatakan bahwa kerusakan dua ruangan kelas tersebut sudah cukup lama. Namun demikian, pada beberapa hari terakhir ketika terjadi hujan deras, maka kerusakan bertambah parah.  "Kondisinya bertambah parah pada saat terjadi hujan lebat beberapa hari terakhir," kata Kusdiyanto, Senin (15/8).

Menurutnya, dengan rusaknya dua ruangan kelas di sekolah tersebut, maka para siswa dibagi dua masuknya. Untuk yang masuk pagi mulai jam 07.00 WIB hingga 10.00 WIB  bagi anak kelas 1,2 dan 3. Sedangkan untuk kelas 4,5 dan 6, mereka berangkat jam 10.00 WIB hingga 13.00 WIB. (OL-15)

 

BERITA TERKAIT