12 August 2022, 21:20 WIB

Khofifah Raih Penghargaan Jasa Bakti UMKM


Bayu Anggoro | Nusantara

MI/BAYU ANGGORO
 MI/BAYU ANGGORO
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kiri)

BUAH dari mempraktikkan kerja sama Hexahelix, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meraih penghargaan Jasa Bakti Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Tahun 2022 Kategori Pejabat Negara dari Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia.

Penghargaan tersebut diberikan oleh Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki kepada Gubernur Khofifah yang diwakili Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Jatim Andromeda Qomariah, dalam acara Puncak Hari UMKM Nasional Tahun 2022 yang diselenggarakan oleh Kementerian Koperasi dan UKM di Kota Bandung, Jumat (12/8)

Perolehan penghargaan tersebut dituangkan dalam Keputusan Menteri
Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Nomor 43 Tahun
2022 tentang Penerima Tanda Penghargaan atau Jasa Bakti Koperasi dan
Usaha Kecil dan Menengah Tahun 2022 tanggal 8 Juli 2022. Tanda jasa itu
merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan oleh Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia, yang diterima atas peran aktif Gubernur
Khofifah dalam menyukseskan pembinaan dan pengembangan Koperasi dan UKM
di Jawa Timur.

Selain kepada Gubenur Jawa Timur, penghargaan ini juga diberikan kepada
pejabat negara, pejabat pemerintah tingkat pusat dan daerah, tokoh
gerakan koperasi, dan tokoh masyarakat yang telah berperan aktif dalam
pengembangan koperasi dan usaha kecil dan menengah di wilayah kerja
masing-masing.


Dukungan semua pihak


Gubernur Khofifah menyampaikan terima kasihnya. Secara khusus ia bahkan mendedikasikan penghargaan ini untuk seluruh pelaku gerakan  Koperasi dan UMKM di Jatim.

"Alhamdulillah, penghargaan ini menjadi hadiah di Hari UMKM Nasional bagi para pelaku UMKM dan Koperasi serta seluruh pihak yang telah bahu membahu dalam pemberdayaan Koperasi dan UMKM di Jawa Timur. Saya sampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas komitmen dan dedikasi semua pihak," ungkapnya.

Khofifah  menegaskan bahwa penghargaan ini tidak dapat dicapai tanpa
dukungan semua pihak. Menurutnya, Hexahelix collaboration antara
pemerintah, dunia bisnis, komunitas, perguruan tinggi, media, dan sektor keuangan adalah kunci dalam pemberdayaan koperasi dan UMKM Jawa Timur.

Selain Gubernur Khofifah, penerima Penghargaan Jasa Bakti Koperasi dan
Usaha Kecil dan Menengah dari Jawa Timur yaitu Nur Arifin Bupati
Kabupaten Trenggalek, Pantjaningsih Sri Redjeki Kepala Dinas Koperasi
dan Usaha Mikro Kabupaten Malang, serta Subianto Ketua Umum KUD Subur
Kabupaten Kediri. Ini menjadi bukti bahwa sinergi dan kolaborasi telah
dilakukan dalam pemberdayaan koperasi dan UMKM di Jawa Timur.

Lebih lanjut, upaya aktif Gubernur Khofifah dan sinergi berbagai pihak
itu terbukti meningkatkan kontribusi koperasi dan UMKM terhadap ekonomi
Jawa Timur. Pada tahun 2021, Koperasi UMKM Jatim memberikan kontribusi
sebesar 57,81% terhadap PDRB Jatim, setara dengan Rp1.418,94 trilyun.

Capaian tersebut mengalami peningkatan dibandingkan kondisi di tahun
2020 yang mencapai Rp1.361,39 triliun dengan kontribusi sebesar 57,25% dengan jumlah koperasi aktif saat ini sebanyak 22.970. Hal ini
menandakan bahwa koperasi dan UMKM menjadi tulang punggung ekonomi Jawa
Timur.

"Dalam mendukung pemberdayaan koperasi UMKM, Pemerintah Provinsi Jawa
Timur menjalankan berbagai program dengan pendekatan lima aspek
pemberdayaan yaitu penguatan kelembagaan dan SDM, peningkatan kualitas
produk, perluasan akses pembiayaan serta pemasaran,"? jelasnya

Untuk akselerasi pemasaran produk dan mendorong digitalisasi koperasi
UMKM, ditegaskan Gubernur Khofifah bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur
telah menggandeng sejumlah platform e-commerce seperti Shopee,
Tokopedia, Lazada, Gojek, dan Grab. Bahkan sudah ada Kampus UMKM Shopee
Ekspor yang ada di UPT Pelatihan Koperasi dan UKM yang bertempat di
Malang.

"Untuk mentransformasi mindset masyarakat terhadap koperasi dan
mengenalkan koperasi di kalangan millenial, kami memiliki program
Koperasi Millenial," ungkapnya

Program Koperasi Millenial itu telah berjalan dengan sasaran koperasi di lingkungan SMA/SMK serta koperasi mahasiswa (KOPMA).

"Koperasi di lingkungan SMA/SMK maupun di kampus itu akan dijadikan
sebagai laboratorium para kawula muda untuk belajar berkoperasi sehingga saat lulus mereka sudah paham dan mulai ber-enterpreneur dengan berkoperasi," tegasnya.

Hal ini dilakukan untuk memperkuat Koperasi sebagai salah satu badan
usaha berbadan hukum yang merupakan soko guru ekonomi rakyat.

"Semoga penghargaan ini dapat semakin menyemangati kita bersama, Koperasi dan  UMKM di Jawa Timur untuk bisa terus maju berkembang dan
sejahtera masyarakatnya," pungkasnya. (N-2)

BERITA TERKAIT