10 August 2022, 16:56 WIB

Harga Anjlok, Petani Cabai Di Sigi Merugi


M Taufan SP Bustan | Nusantara

ANTARA
 ANTARA
Ilustrasi 

PETANI cabai rawit di Sigi, Sulawesi Tengah, harus bersabar. Meski cabai rawit mereka tetap pedas, namun harganya di pasar terasa hambar.  

Salah seorang petani cabai, Nur Rahma mengatakan saat ini harga cabai rawit melesat turun. Akibatnya, tidak sedikit petani cabai di Sigi mengalami kerugian.  

"Mau bagaimana lagi. Di saat panen raya seperti saat ini harga pasti turun di pasaran," terangnya saat ditemui Media Indonesia di Desa Boya, Kecamatan Boya, Sigi, Selasa (10/8).  

Menurut Rahma, saat ini harga cabai rawit di pasaran bertahan di harga Rp40 ribu per kilo gram. Harga tersebut terjun bebas dari harga sebelumnya Rp100 ribu per kilo gram.  

"Kerugian yang harus diterima petani karena modal dikeluarkan untuk membayar buruh saat panen seperti saat ini Rp70 ribu per hari. Sedangkan harga jual cuman Rp35 ribu per kilo gram ke pengepul dan pedagang," imbuhnya.  

Petani lainnya, Desi Rana menjelaskan, semakin murahnya harga cabai rawit di pasaran karena stok melimpah. Hal tersebut seiring dengan banyaknya petani di Sigi yang menanam cabai dan memasuki masa panen raya.

"Sekarang di tingkat petani, pengepul, dan pedagang stok cabai rawit melimpah. Sementara penjualan hanya dilakukan di pasar Palu, otomatis harga jatuh," tegasnya.

Rana menambahkan, harga cabal rawit saat ini di tingkat petani Rp35 ribu per kilo gram, ia memprediksi harganya masih akan bergerak turun. Pasalnya, sejumlah petani di Donggala, Poso, dan Parigi Moutong telah memasuki masa panen.

"Otomatis kalau semakin banyak stok masuk ke pasar, sudah pasti itu harga semakin jatuh juga. Yah, petani tinggal sabar dan pasrah saja," tandasnya. (OL-15)

BERITA TERKAIT