09 August 2022, 21:20 WIB

Home Clinic Layani Warga Kota dan Kabupaten Bandung


Naviandri | Nusantara

DOK/HOME CLINIC
 DOK/HOME CLINIC
Peresmian pengoperasian layanan Home Clinic untuk warga Kota dan Kabupaten Bandung

INOVASI layanan kesehatan tidak pernah berhenti. Yang terkini, di Bandung, Jawa Barat, Aplikasi Home Clinic resmi diluncurkan istri Gubernur Ridwan Kamil, Atalia Praratya.

Aplikasi ini dapat digunakan bagi warga yang membutuhkan layanan kesehatan Homecare. Warga dapat memanggil tenaga kesehatan datang langsung  ke tempat pasien melalui aplikasi Home Clinic yang dapat diunduh di Google Playstore.

Peresmian beroperasinya layanan itu dilakukan CEO Home Clinic, Yunus Alaan Pakpahan,  CTO Home Clinic Jason Limanjaya dan Staf Ahli Menteri Kesehatan Bidang Digital, Setiaji yang hadir secara virtual, serta perwakilan Dinas Kesehatan Jabar serta Dinkes Kota dan Kabupaten Bandung.

"Marketplace Home Care bernama Home Clinic ini adalah aplikasi pertama
di Indonesia dan secara marwah kedokteran, ini yang betul-betul sesuai
karena bisa mempertemukan langsung antara pasien dengan tenaga kesehatan, yaitu dokter, perawat, bidan maupun fisioterapis. Ini terobosan pertama di Indonesia," kata Yunus, Selasa (9/8).

Yunus mengungkapkan, beragam layanan kesehatan didapatkan dari
aplikasi ini contohnya layanan pasca operasi. Pasien yang baru
pasang perban, kecelakaan atau baru operasi, biasanya pulang ke rumah
lalu beberapa hari kemudian luka tersebut harus dibersihkan atau dibuka
perbannya. Pelayanan itu bisa dilakukan di rumah. Pasien juga
bisa leluasa memilih tenaga kesehatan yang menjadi mitra Home Clinic.  

"Misalnya mau layanan panggil dokter. Dokter yang terdekat bisa
langsung datang menghampiri pasien. Mirip aplikasi transportasi yang
sudah ada di Indonesia saat ini," jelasnya.

Pelayanan kesehatan ini mencakup layanan dokter umum, rapid
antigen, pelayanan bunda untuk ibu menyusui dan mandi bayi, ada juga
suntik vitamin c, pasca operasi ringan dan berat, ada juga layanan
fisioteraphy lengkap dengan peralatannya.

"Saat ini sudah ada kurang lebih 100 orang orang nakes yang terdiri dari dokter, perawat, bidan dan fisioterafis yang bergabung dalam Home
Clinic. Semua nakes wajib memiliki STR dan SIP praktek," ujarnya.


CTO Home Clinic, Jason Limanjaya menambahkan, bergabungnya nakes dengan
aplikasi ini bisa menjadi penghasilan tambahan. "Misalnya nakes bekerja
di rumah sakit atau klinik di pagi hari. Sepulang kerja mereka bisa memberikan layanan homecare ke rumah. Pulang kerja atau sebelum kerja, bisa melayani lagi."

Sementara Atalia Praratya mengundang Home Clinik membuka aplikasi serupa untuk 27 kabupaten dna kota di Jabar. "Kita dukung. Jika niat ini baik lakukan sepenuh hati. Insya Allah kita bisa berkolaborasi."  (N-2)

BERITA TERKAIT