09 August 2022, 21:10 WIB

Siswa SMP di Tegal Ciptakan Robot Pemantau dan Pengendali Tanaman Hidroponik


Supardji Rasban | Nusantara

MI/SUPARDJI RASBAN
 MI/SUPARDJI RASBAN
Siswa SMP di Tegal bersama robot ciptaan mereka

TAK banyak siswa sekolah yang bisa melampaui kemampuan setingkat bahkan dua tingkat dari jenjang pendidikan yang sedang dijalaninya.
Di antara yang sedikit itu ialah Aloysius Jansen Budihardjo, Elvira Kusumo Santosa, Bryan Seanquinus Raharjo, dan Cornelius Melvin H.

Keempatnya merupakan siswa dari SMP PIUS di Kota Tegal, Jawa Tengah. Mereka sangat bersemangat saat mendapat tantangan dari para mentornya untuk membuat suatu karya yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

Mereka berempat memang telah memiliki pengetahuan robotika yang menjadi
salah satu mata pelajaran sekolahnya. "Proyek yang mereka kerjakan yakni Sistem Pemantauan dan Pengendalian Tanaman Hidroponik yang pertama dibuat oleh anak-anak seusia SMP," ujar Catur Apriyadi, salah satu dari tiga mentor dari Robotic Education, Selasa (9/8).

RED Robotic Education ini berpusat di Kota Semarang, dan telah bekerja sama dengan banyak sekolah. Mereka memiliki materi pembelajaran yang mendukung kreativitas anak-anak (dapat dilihat di www.robotic.education )

"Proyek ini merupakan yang pertama di Indonesia dilakukan oleh anak-anak setingkat SMP. Ini juga merupakan satu bentuk pengembangan teknologi yang memperkenalkan sistem penanaman dengan cara hidroponik. Kita tahu bahwa alih fungsi lahan pertanian di Indonesia saat ini cukup tinggi, seperti menjadi lahan perumahan, pemukiman, dan sektor industri," terang Catur.

Semua itu mendorong suatu inovasi dalam bidang pertanian konvensional ke pertanian yang semakin modern dan merupakan terobosan yang baru. Menanam cara hidroponik lebih efisien ketimbang menanam dengan cara konvensional, apalagi dibantu dengan teknologi robotik yang sedang berkembang.

"Dalam penggunaan teknologi robotik, penggunaan sensor-sensor kunci
berhasil membuat tanaman bertumbuh dan berkembang dengan kualitas yang terbaik," ucap Catur.

Dia menambahkan sistem penyiraman dilakukan secara otomatis dengan mengukur dan memantau kelembaban tanah dengan sensor. Untuk pencahayaan, dipasang lampu yang dapat hidup atau mati secara otomatis untuk membantu tumbuhan dapat berkembang saat tidak adanya cahaya matahari.

Teknologi ini, ujarnya, dapat memantau tanaman dari jarak jauh, dengan sistem dashboard. Dashboard adalah sistem yang memberikan informasi paling penting dalam satu layar penuh sehingga informasi yang ditampilkan dapat dibaca dan dianalisis secara keseluruhan. (N-2)

BERITA TERKAIT