09 August 2022, 16:05 WIB

Lestarikan Jamu Tradisional, PT Mustika Ratu Gandeng Petani dan Pelaku UMKM


Mediaindonesia.com | Nusantara

Dok.Mustika Ratu
 Dok.Mustika Ratu
Mustika Ratu bersama Gabungan Pengusaha (GP) Jamu menggelar diskusi panel dengan tema Wellness and Health Tourism.

SEBAGAI salah satu warisan nenek moyang bangsa Indonesia, sudah seharusnya generasi muda turut membantu melestasikan jamu. Hal itu mengemuka dalam  pameran, workshop, diskusi panel, Jejamu Barista Show, dan  Jamu Cooking Show yang digelar PT Mustika Ratu Tbk dalam ajang International Wellness Tourism Conference & Festival (IWTCF) - G20 yang berlangsung pada 5-7 Agustus di Kota Solo, Jawa Tengah.

IWTCF merupakan event wisata kebugaran pertama yang memadukan tiga konsep yaitu konferensi yang menghadirkan lebih dari 30 narasumber dari negara anggota G20, ASEAN, termasuk Indonesia, workshop dan exhibition yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Beragam rangkaian acara menarik disuguhkan Mustika Ratu dalam mendukung perhelatan IWTCF.  

Baca juga: Ramuan Jamu dan Doa Peternak Madura Perkuat Imun Sapi dari PMK

Di hari kedua rangkaian acara IWTCF, Mustika Ratu bersama Gabungan Pengusaha (GP) Jamu menggelar diskusi panel dengan tema Wellness and Health Tourism dengan menghadirkan para ahli seperti, Thomas Hartono, Arief Eka Wardana, Kusuma Ida Anjani, Edward Basilianus, Victor S Ringoringo dan Greesty F Swandany, dan dilanjutkan acara Jamu Cooking Show yaitu pembuatan cake dan minuman dengan jamu RTD Mustika Ratu varian rasa Gula Asam, Kunir Asam dan Beras Kencur bersama Chef Rahmat dari Hotel Sheraton Mustika Yogyakarta Resort & Spa dan Puteri Indonesia Lingkungan 2022, Cindy May Mc Guire dan Puteri Indonesia Persahabatan 2022, Catherine Widya Putri Stumer.

Presiden Direktur PT Mustika Ratu Tbk, Bingar Egidius Situmorang dalam sambutannya pada IWTCF – G20 mengatakan banyak resep minuman dan makanan sehat tradisional yang berasal dari Kota Solo, termasuk resep minuman kesehatan yang berasal dari warisan budaya dari keraton Surakarta.

Terpilihnya Solo sebagai tuan rumah International Wellness Tourism Conference and Festival 2022 sangat cocok sebagai tempat peluncuran IWTCF 2022 sesuai dengan tagline kota tersebut, yakni "Solo Wellness City, City of Java Wellness.
“Seorang puteri keturunan keraton Surakarta yang juga pendiri PT Mustika Ratu Tbk, DR. BRA.Mooryati berhasil menggali dan mengolah tanaman Indonesia menjadi Jamu dan kosmetik yang semuanya beliau bukakan dalam buku Alam Sumber Kesehatan yang banyak digunakan untuk penelitian.

"Sejak 1975, DR. BRA. Mooryati Soedibyo sudah menggunakan dan memanfaatkan tumbuh-tumbuhan khas Indonesia dalam meracik jamu untuk pengobatan, pencegahan penyakit, perawatan kecantikan, dan kebugaran tubuh,” ujar Bingar Egidius.

Seiring kemajuan teknologi dan inovasi, Mustika Ratu berhasil mengemas tanaman obat menjadi minuman Jamu Ready to Drink (RTD) yang dikemas secara modern dan praktis untuk dikonsumsi, sehat, segar, berkhasiat dan halal dengan varian rasa Gula Asam, Kunir Asam, dan Beras Kencur.  Jamu yang diproses dengan Ultra High Technology (UHT) ini menjadikannya jamu pertama di Indonesia yang dihasilkan melalui teknologi modern, hingga menghasilkan jamu yang aman dikonsumsi oleh anak-anak hingga orang dewasa.

Inovasi lainnya adalah minuman Jejamu by Mustika Ratu, minuman jamu dalam kemasan yang fresh dan dapat dinikmati langsung oleh konsumen dengan varian rasa Jahe Merah Sereh, Kunyit Asem, Temulawak Latte, Coco Pandan Latte dan Golden Tumeric Latte, selain rasanya yang segar dan nikmat juga dapat meningkatkan stamina dan menjaga kesehatan tubuh.

“Mustika Ratu juga mengembangkan konsep Jamunomics, yaitu konsep pengembangan jamu modern secara end to end dari hulu ke hilir yang dapat memberikan manfaat dari seluruh aspek. Dalam konsep ini, PT. Mustika Ratu, Tbk mengambil langsung produk dari petani lokal agar dapat andil mensejahterakan petani serta mengurangi impor bahan baku.

"Selain pihak petani, PT. Mustika Ratu, Tbk juga melibatkan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Sebagai contoh, tren terkini kedai minuman yang khusus menyediakan menu jamu akan terus diakomodir oleh Mustika Ratu sehingga pelaku industri jamu dan seluruh penggerak di dalamnya dapat terus tumbuh,” ujar Bingar Egidius.

Dengan demikian apa yang dicanangkan oleh pemerintah melalui wisata kebugaran, nantinya  produk produk Mustika Ratu dapat menjadi top of mind bagi wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara sebagai kunci menuju pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif secara global, terutama bidang wellness tourism yang diproyeksi akan menjadi penggerak perekonomian global. (RO/A-1)

BERITA TERKAIT