08 August 2022, 23:35 WIB

Optimalkan Pertanian Kopi, Universitas Jember dan Astra Dampingi Sekolah Kopi


Bayu Anggoro | Nusantara

DOK/ASTRA INTERNASIONAL
 DOK/ASTRA INTERNASIONAL
Peserta Sekolah Kopi Raisa di lereng Ijen Raung, Kecamatan Sumberwringin, Bondowoso, Jawa Timur

PERTANIAN kopi di Bondowoso, Jawa Timur, diharapkan mampu memberi nilai
ekonomi yang sangat besar untuk masyarakat. Salah satunya dengan
dioptimalkannya pemanfaatan dari hulu hingga hilir.

Hal ini disampaikan Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga, Kementerian Pembangunan Desa dan Daerah Tertinggal, Samsul Widodo, saat menghadiri peresmian Sekolah Kopi Raisa (Raung Ijen Sumberwringin Agropolitan, di lereng Ijen Raung, Kecamatan Sumberwringin, Kabupaten Bondowoso, Minggu (7/8).

Sekolah kopi ini merupakan badan usaha milik desa (BUM-Des) yang dibiayai oleh PT Astra serta didampingi oleh Lembaga Penelitian dan
Pengabdian Masyarakat Universitas Negeri Jember

"Kami ingin sekolah kopi ini bisa menguasai dari hulu sampai hilir,"
kata Samsul.

Dia menjelaskan, Bondowoso memiliki potensi kopi yang besar. Terlebih, dengan hadirnya Astra dan Universitas Negeri Jember menjadikan
semangat Bondowoso Republik Kopi hidup kembali.

"Jadi bisa menghasilkan  wirausaha yang bergerak di bidang kopi. Tidak hanya produksi, tapi juga prosesing dan proses di hilir," tambahnya.

Samsul mencontohkan, pada sektor hulu, petani kopi Bondowoso harus juga
mampu menyasar penjualan skala ritel dan berorientasi ekspor. "Kami
berharap petani bisa ekspor. Tak harus menjual skala kontainer, tapi
juga ritel. Jadi jika ada cafe di Inggris pesan 30 atau 300 kilogram
petani bisa mengirimkan," ucapnya.

Dia berharap dengan adanya Sekolah Kopi Raisa ini akan lahir barista handal asal Sumberwringin, Bondowoso. "Kami ingin  betul sekolah kopi ini menghasilkan barista bersertifikat."

Selain itu, tambah Samsul, daerah penghasil kopi ini juga berpotensi menjadi lokasi kunjungan wisata terkait kopi. "Nanti tumbuh homestay-homestay. Berharap mereka latihan di sini, belajar ke kebun, dan mendapat sertifikasi barista di sini."


Desa Sejahtera Astra


Sementara itu, Rektor Universitas Jember Iwan Taruna berharap Sekola Kopi Raisa mampu meningkatkan kapasitas petani kopi lokal. "Ini kopi rakyat, agar memiliki kapasitas lebih baik. Kalau prosesnya meningkat, akan menghasilkan mutu kopi yang lebih baik."

Dia menilai pasar internasional sangat mengutamakan kopi  berkualitas. "Kalau mutunya meningkat dan sesuai kebutuhan pasar, maka akan lebih luas menjualnya, tak hanya di Indonesia."

Iwan memastikan pihaknya akan optimal dalam mendampingi Sekolah Kopi Raisa ini. "Ini sesuatu yang sangat penting untuk perkembangan kopi di Indonesia. Mudah-mudahan sekolah kopi ini bisa memberikan manfaat."

Pada kesempatan yang sama Head of CSR Astra, Bima Krida Pamungkas, menjelaskan, pembiayaan untuk Sekolah Kopi Raisa ini merupakan bagian dari program Desa Sejahtera Astra (DSA). Selain memjadi produsen kopi, DSA di Bondowoso  masuk 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

"Ini buah kerja nyata dari kepala desa, BUM-Des, dan seluruh unsur desa
lainnya. Kami akan tetap mendampingi. Di tahun ke tiga, kita kembangkan
pertanian organik," katanya.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, berterima kasih kepada pihak-pihak yang sudah mendampingi desa. "Selamat dan terima kasih Astra sudah jadi mitra desa kami," katanya.

Rasa syukur juga diungkapkan Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar atas raihan tersebut. "Semoga bisa membawa keberkahan untuk Bondowoso,"
katanya. (N-2)

 

BERITA TERKAIT