03 August 2022, 21:34 WIB

PMK Sebabkan Peternak Di Bandung Barat Alami Kerugian Rp17 Miliar


Depi Gunawan | Nusantara

ANTARA
 ANTARA
Ilustrasi 

WABAH penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak di Bandung Barat, Jawa Barat menyebabkan peternak mengalami kerugian hingga Rp17 miliar. Angka tersebut dihitung dari banyaknya pedet (anak sapi) dan hewan ternak dewasa yang mati, produksi susu menurun bahkan banyak yang berhenti, serta bertambahnya pengeluaran untuk biaya pengobatan.

"Beberapa waktu lalu seorang ibu yang juga peternak sapi perah di Lembang mengeluh tak bisa membayar cicilan hutang karena delapan sapi miliknya mati. Padahal dari produksi susu, ibu ini membayar cicilan utang," ungkap Kepala Bidang Kesehatan Hewan pada Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) Bandung Barat, Wiwin Apriani, Rabu (3/8).

Ketua Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara (KPSBU) Dedi Setiadi menambahkan, akibat serangan PMK, produktivitas sapi dalam menghasilkan susu perah menurun hingga 80 persen. "Sebelum terjadi wabah, produksi susu yang dihasilkan dari sekitar 20 ribuan ekor sapi mencapai rata-rata 125 ton per hari," ucap Dedi.

Ditambahkan, saat ini wabah PMK di Bandung Barat bisa dikendalikan. Dalam seminggu terakhir belum ada lagi penambahan kasus baru. Gencarnya vaksinasi serta sosialisasi tentang cara pencegahan PMK kepada para peternak diklaim menjadi salah satu kunci sukses kasus PMK di Bandung Barat berhasil ditekan.

KWiwin mengungkapkan, total sudah sekitar 12.885 ekor hewan ternak yang telah divaksin dosis satu dan dua. "Sudah banyak hewan ternak divaksin, sedangkan bagi hewan yang tertular PMK, baru enam bulan lagi bisa divaksin," kata Wiwin.

Sejak dilaporkan kasus pertama akhir Mei lalu, dia menyebutkan, total sebanyak 13.801 ekor ternak tertular PMK. Sekitar 85 persen di antaranya telah dinyatakan sembuh. "Sisanya yang 15 persen masih dalam tahap penyembuhan," ujarnya. (OL-15)

BERITA TERKAIT