29 July 2022, 18:45 WIB

JCB dan OISCA Lanjutkan Tanam Mangrove di Desa Tunggulsari, Pati, Jateng


mediaindonesia | Nusantara

Ist
 Ist
Presdir JCB, Takumi Takahashi, secara simbolis melakukan penanaman Mangrove di desa Tunggulsari, Pati, Jawa Tengah.

JCB terus melanjutkan program penghijauan dan pembaharuan bakau di Desa Tunggulsari, Pati, Jawa Tengah (Jateng) sebagai bagian dari implementasi program Corporate Social Responsibility (CSR) JCB.

Kegiatan ini sudah berlangsung sejak April 2016 bekerja sama dengan OISCA (Organization for Industrial Spiritual and Cultural Advancement) dan melibatkan Dinas Kelautan & Perikanan serta penduduk setempat. 

Sebelumnya, area pesisir utara di kota Pati sangat berpotensi terkena dampak abrasi laut mengingat daerah tersebut merupakan pantai terbuka tanpa adanya penahan ombak.

Melalui penanaman 10.000 pohon bakau Hirugidamashi (Avicennia Marina) dan Yaeyamahirugi (Rhizophora Mucronata) dapat menjadi salah satu solusi menghadapi perubahan iklim sekaligus kenaikan permukaan air laut.

Kini, pada tahun ke-7, program ini sudah mulai berkontribusi tidak hanya untuk pelestarian hutan, tetapi juga untuk masyarakat sekitar, ekonomi, serta pendidikan anak-anak.

Ekosistem hutan mangrove telah terbentuk dan memiliki dampak lingkungan yang cukup penting.

Saat terjadinya anomali gelombang pasang pada Juni 2022 lalu keberadaan hutan mangrove dapat meminimalisir dampak kerusakan parah dan menahan terjangan banjir rob di wilayah sekitarnya.

Baca juga: Peringati Hari Mangrove Sedunia, SSB Luncurkan Program 'Saya Sayang Bumi'

Dalam keterangan pers, Jumat (29/7), Takumi Takahashi, Presiden Direktur PT JCB International Indonesia mengungkapkan,“Proyek konservasi ini dimulai dari penanaman bibit pohon bakau.

Kami senang bahwa kegiatan yang konsisten dilakukan bersama OISCA setiap tahunnya dapat mencapai titik ini dan menunjukan perkembangan yang baik,” jelas Takumi.

Ia melanjutkan, “Ini adalah pencapaian besar yang mengarah pada terciptanya masyarakat untuk pengelolaan hutan dan peningkatan kehidupan masyarakat lokal dengan menjadi tujuan wisata."

"Kami juga berharap bahwa program ini akan berkontribusi pada pembangunan berkesinambungan bagi individu, masyarakat, dan lingkungan untuk generasi mendatang terutama terkait dengan SDGs (Sustainable Development Goals)," paparnya.

“Semoga program ini juga dapat menumbuhkan inisiatif warga sekitar untuk melestarikan dan melindungi hutan mangrove yang telah dibangun bersama," ucap Takumi.

"Dan juga memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi wisata mangrove serta menjadi media edukasi generasi muda untuk mencintai lingkungan dan melestarikan mangrove di Indonesia," tutur Takumi. (RO/OL-09)
  
 

BERITA TERKAIT