29 July 2022, 17:55 WIB

Sandiaga Uno Dorong Gerak Cepat Pulihkan Ekonomi di Minahasa Utara


mediaindonesia.com | Nusantara

Ist
 Ist
Menparekraf Sandiaga Uno mengunjungi Desa Wisata Budo di Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara (Sulut).

ANUGERAH Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022 kali ini menyambangi Desa Wisata Budo di Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara (Sulut).

Kunjungan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno ke desa tersebut disambut hangat dan semarak oleh Bupati Minahasa Utara Joune Ganda serta masyarakat. 

Mas Menteri, sapaan akrab Sandiaga, serta rombongan menaiki angkutan setempat yang disebut Oto Bakumuka atau angkutan umum para penumpangnya duduk berhadapan.

Kemudian, Sandi disambut 20 penari Masamper, sebuah tarian khusus untuk menyambut tamu kehormatan.

”Saya harapkan ini adalah bagian dari ecotourism. Kami sedang mengembangkan secara totalitas ecotourism. Kita juga sudah kembangkan di Bali. Kita juga mau kembangkan di Minahasa Utara," jelasnya dalam keterangan pers, Jumat (29/7).  

"Harapannya, semakin ke depan menjadi bagian kebangkitan kita. Kalau dilihatkan ini sempat viral. 1.400 yang datang. Ini membuka lapangan kerja yang luas bagi masyarakat Desa Budo,” beber Sandi. 

Baca juga: Menteri Sandiaga Uno Dorong Wisata Berbasis 'Eco Tourism, Nature and Culture'

Desa Budo masuk ke dalam 50 besar desa terbaik ADWI 2022 yang akan mendapatkan pembinaan dan pendampingan dari mitra strategis Kemenparekraf selama satu tahun ke depan.

Bupati Minahasa Utara Joune Ganda berkomitmen untuk membangkitkan pariwisata di Minahasa Utara. Bahkan, dia optimistis Desa Budo mampu tembus sepuluh besar.

”Kami akan terus berjuang mudah-mudahan Desa Budo ini akan menjadi masuk 10 besar. Tetapi saya rasa dengan ikhtiar yang kuat dari kami dan seluruh stakeholder di Desa Budo ini mampu tembus 10 besar,” ujar Joune.

Untuk menjangkau Desa Wisata Budo dibutuhkan waktu sekitar 30 menit dari Bandara Sam Ratulangi.

Desa ini terkenal dengan wisata mangrove serta menjadi gerbang alternatif menuju Taman Laut Bunaken.

Dari bibir pantai, wisatawan bisa menyaksikan keindahan pemandangan Pulau Manado Tua, Bunaken, dan Siladen.

Ada sekitar 30 hektare hutan mangrove dengan vegetasi tumbuhan bakau yang beragam. Jika datang di sore hari, kita akan bisa menyaksikan pemandangan matahari terbenam yang indah.

Terdapat beberapa fasilitas penunjang seperti 7 unit gazebo, 1 cafe serta pilihan spot diving untuk melihat keindahan bawah laut yang dimiliki Desa Budo.

Bicara potensi alam, desa di pesisir pantai ini menyimpan begitu banyak daya tarik. Wisata hutan mangrove ini masuk nominasi lima terbaik di Sulut

Kegiatan menanam mangrove juga mulai diperkenalkan kepada anak-anak sejak dini. Mereka selalu dilibatkan untuk ikut menanam.

Selain itu keistimewaan hutan mangrove ini sendiri adalah terdapat sembilan jenis mangrove.

Jenis mangrove itu adalah Mangrove Merah, api-Api Hitam, Bakau Kurap, Avicennia Lanata (Api-Api), Avecennia Marina (Api-Api Putih), Acrostichum Aureum, Kandelia Candel, Kandelia Obevata, Rizhopora Lamarckii, dan Gunung Dapi-Dapi. 

Pemandangan di bukit Gunung Dapi-Dapi sangat indah. Wisatawan bisa langsung melihat pemandangan sunrise di pagi hari dan juga sunset di sore hari, ketinggian gunung ini sekitar 300 meter dari permukaan laut,

Pemerintah Desa Budo sudah membuka Gunung Dapi-Dapi sebagai Destinasi Atraksi Wisata Tracking. Jadi apabila ada wisatawan lokal maupun asing  yang datang mendaki, akan dipandu langsung oleh guide pendaki dari Desa Budo.

Kepada awak media, Sandi mengapresiasi potensi fesyen Desa Budo, terutama produksi Batik Mangrove.

”Saya sangat mendukung. Karena mangrove ini menjadi salah satu daya tarik ke Desa Budo. Dan harus ada yang mereka bisa bawa pulang, salah satunya batik bermotif mangrove," ucap Sandi.

"Fesyen sekarang menyumbang USD 21,8 miliar lebih. Dan fesyen yang mendominasi dari segi ekspor. Suatu saat menyumbangkan peningkatan lapangan kerja," jelas Menparekraf.

"Pada tahun 2022 ini kita akan ciptakan 1,1 juta lapangan kerja baru dan 2024 4,4 juta lapangan kerja baru. Semuanya dari sektor ekonomi kreatif dan pariwisata. Harapannya fesyen di Desa Budo ini yang ingin dikembangkan yaitu Batik Mangrove bisa menjadi andalan,” beber Sandi. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT