25 July 2022, 20:43 WIB

Sumut Akan Buka 6.000 Hektare Lahan Pertanian Baru


Yoseph Pencawan | Nusantara

DOK Kementan
 DOK Kementan
Lahan jagung 

SUMATERA Utara (Sumut) akan membuka 6.000 hektare lahan pertanian baru yang berada di Kabupaten Pakpak Bharat. Pembukaan lahan pertanian baru ini untuk membangun ketahanan pangan di Sumut.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menyampaikan hal itu kepada Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Harvick Hasnul Qolbi saat Peletakan Batu Pertama Pembangunan Pendopo Ketahanan Pangan serta Penanaman Jagung dan Padi di Desa Salam Tani, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deliserdang, Senin (25/7). Pada kesempatan itu disampaikan ke Wamentan rencana pembangunan sektor pertanian di Sumut.

"Salah satu yang akan dijalankan adalah pengembangan lahan seluas 6.000 hektare di Dairi," kata Gubernur Edy.

Menurutnya, itu merupakan lahan pertanian baru dan para petani akan menanam komoditas-komoditas pangan, terutama padi dan jagung. Pada lahan itu juga akan ditanam sejumlah komoditas yang dapat diolah menjadi herbal, seperti serai wangi.

Namun pemerintah daerah terlebih dahulu akan membangun infrastruktur jalan. Dairi pun dijadikan sebagai daerah sasaran alokasi anggaran pembangunan jalan dan jembatan oleh Pemprov Sumut secara multi years senilai Rp61 miliar.

Edy mengatakan, pengembangan sektor pertanian ini adalah untuk membangun ketahanan pangan di provinsinya. Karena itu, program pemanfaatan lahan TNI yang dilakukan Kodam I/Bukit Barisan sangat diapresiasinya.

Menurut Gubernur Edy, untuk mewujudkan swasembada pangan memerlukan kontribusi dari setiap pihak, termasuk TNI. Apalagi sejak dulu TNI sudah terlibat dalam program pertanian, seperti saat krisis moneter TNI diperintahkan memanfaatkan lahan tidur untuk pertanian.

Wamentan Harvick Hasnul Qolbi meminta sinergi setiap pihak karena menjadi syarat dalam mewujudkan ketahanan pangan. Apalagi dikhawatirkan, melihat kondisi perekonomian dunia yang mulai mengalami gangguan, sektor pangan akan ikut bermasalah.

"Saya terharu bahwa kementerian, lembaga, bersama masyarakat, peduli akan kegiatan pertanian. Kami di Kementan tidak bisa sendiri," ujarnya.

Pangdam I/BB Mayjen TNI Achmad Daniel Chardin mengungkapkan, selain jagung, program pemanfaatan lahan TNI juga mencakup penanaman padi di empat provinsi yang menjadi wilayah kerjanya. Kegiatan ketahanan pangan dilaksanakan TNI bersama warga, kelompok tani dan para santri.

Menurut Pangdam, ketahanan pangan sangat berkaitan dengan ketahanan dan keamanan negara sehingga TNI perlu terlibat di dalamnya. TNI, katanya, tidak ingin hanya dilibatkan setelah ada residu permasalahan, tetapi harus ikut sejak awal. (OL-15)

BERITA TERKAIT