21 July 2022, 23:25 WIB

Kebakaran Hebat Melanda Pabrik Pupuk dan Pestisida di Demak


Akhmad Safuan | Nusantara

ANTARA/Aji Styawan
 ANTARA/Aji Styawan
Foto utara kebakaran di pabrik pengolahan pupuk CV Saprotan Utama di Desa Bandungrejo, Mranggen, Demak, Jawa Tengah, Kamis (21/7).

KEBAKARAN hebat melanda sebuah pabrik pupuk dan pestisida CV Saprotan Utama yang terletak di ruas jalan Semarang-Purwodadi, tepatnya di Desa Bandungrejo No 26, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

Pemantauan Media Indonesia hingga Kamis (21/7) malam, api membakar dua gudang pabrik pupuk dan pestisida CV Saprotan Utama itu belum dapat dipadamkan, meski beberapa unit mobil pemadam kebakaran (damkar) telah dikerahkan.

Puluhan petugas damkar dibantu karyawan pabrik bersama warga sekitar terus berjibaku untuk memadamkan kobaran api yang kian membesar, sementara beberapa di antaranya berupa menyelamatkan barang-barang yang belum sempat terbakar.

Kebakaran melanda pabrik pupuk dan pestisida tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 11.00 WIB oleh karyawan yang berada di gedung
bangunan gudang A setelah mendengar suara ledakan.

Ketika keluar, mereka melihat gudang B yang berada di depannya telah mulai terbakar dan mengepulkan asap cukup besar.


Baca juga: PLTD Terbakar, Listrik di Sumba Timur Padam Total


Beberapa karyawan juga berupaya membuka pintu gudang yang sudah terkunci, dengan cara membongkar paksa untuk dapat memadamkan kobaran api di dalamnya. Namun karena tidak ada peralatan pemadam, mereka akhirnya tidak dapat berbuat banyak, sehingga kobaran api semakin membesar.

"Kita berupaya untuk melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya, tetapi api terus dan semakin membesar hingga merembet ke bangunan lain," kata mandor pabrik CV Saprotan Utama, Nur Salim.

Api cepat membesar dan menimbulkan suara ledakan, lanjut Salim, karena di dalam gudang tersebut banyak tersimpan bahan kimia. Bahkan hingga beberapa jam, mobil damkar yang dikerahkan belum dapat memadamkan api yang merembet ke bangunan gudang lainnya.

Tidak hanya disibukkan upaya pemadaman pabrik yang terbakar, sejumlah pasien dan pengunjung serta tim medis Rumah Sakit (RS) Pelita Anugerah Mranggen yang tepat berada di depan bangunan pabrik pupuk tersebut juga panik. Selain lokasi yang cukup dekat, asap kebakaran juga masuk ke ruang perawatan.

Mengantisipasi hal tidak diinginkan, petugas medis rumah sakit tersebut melakukan langkah mengungsikan sementara para pasien ke tempat yang aman, sebagian di antaranya dibawa ke luar ruangan dan dijajarkan di jalan sekitar rumah sakit itu.

"Kita semua panik karena asap sudah masuk ke ruang perawatan," ujar Partiyah, seorang keluarga salah satu pasien. (OL-16)

BERITA TERKAIT