12 July 2022, 20:10 WIB

Dukung Pelaku UMKM di Jawa Timur Go Digital dengan Pemanfaatan Teknologi


Mediaindonesia.com | Nusantara

Dok.ShopeePay
 Dok.ShopeePay
 Diskusi virtual untuk pelaku UMKM di Jawa Timur dengan tema 'UMKM Maju dengan ShopeePay'. 

DIGITALISASI adalah sebuah keniscayaan saat ini. Bahkan hampir semua sektor kini sudah mulai bertransformasi ke digital. Itu sebabnya pemerintah terus mendorong para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah agar juga bertransformasi ke digital.

Sayangnya memang belum semua pelaku UMKM melek teknologi, terutama mereka yang berada di daerah. Itu sebabnya dalam beberapa tahun terakhir, ShopeePay terus menghadirkan berbagai program, kampanye, serta fitur, yang mendorong langkah pelaku UMKM untuk kembali bangkit dari pandemi. Salah satunya seperti yang dilakukan pada Selasa (12/7) dengan menghadirkan ruang diskusi virtual untuk pelaku UMKM di Jawa Timur dengan tema 'UMKM Maju dengan ShopeePay'.

Baca juga: B20 WiBAC Dorong Pemberdayaan UMKM Perempuan

Acara tersebut dihadiri sejumlah pembicara inspiratif dari ShopeePay, Komunitas Tangan Di Atas (TDA) Jawa Timur, dan sosok influencer yang dekat dengan dunia kuliner dan UMKM lokal Jawa Timur. Langkah itu sejalan dengan komitmen #ShopeeAdaUntukUMKM dalam menyediakan berbagai solusi dan dukungan bagi UMKM lokal agar bisa berkembang dan berdaya melalui teknologi.

Sejak pandemi, sektor UMKM yang mencakup berbagai usaha rumahan dihadapkan dengan berbagai tantangan dalam mempertahankan eksistensi bisnis. Namun, perkembangan teknologi terbukti mampu mendukung keberlangsungan bisnis mereka secara digital. ShopeePay pun terus meningkatkan layanan dan fitur yang dapat bermanfaat bagi UMKM, salah satunya dengan peningkatan limit saldo pengguna hingga Rp20 juta dan fitur Transfer ShopeePay yang dapat memfasilitasi pemilik usaha untuk melakukan transfer dengan bebas biaya admin dan tanpa batas kuota transfer harian, baik ke sesama pengguna ShopeePay maupun ke berbagai rekening bank. Upaya ini tentunya dilakukan guna mendukung lebih banyak pelaku UMKM untuk masuk ke ekosistem digital, sejalan dengan upaya pemerintah yang menargetkan digitalisasi 30 juta UMKM di 2024.

“UMKM merupakan pilar penting dan roda penggerak ekonomi Indonesia. Di era yang serba digital ini, masih banyak pelaku UMKM yang perlu didorong untuk mengintegrasikan usaha mereka ke ranah digital guna mendapatkan manfaat penuh dari ekonomi digital. Sejalan dengan komitmen jangka panjang #ShopeeAdaUntukUMKM, kami secara aktif terus menjangkau pelaku UMKM di berbagai daerah di Indonesia untuk berdiskusi dan berbagi cara dalam mengoptimalkan pertumbuhan bisnis. Kami harap fitur Transfer ShopeePay dan berbagai inisiatif lainnya yang kami hadirkan bisa turut berperan pada perkembangan bisnis UMKM yang kami jangkau, khususnya di Jawa Timur,” kata Head of Strategic Merchant Acquisition ShopeePay, Lala Eka Nilam.

Upaya dalam mendorong UMKM masuk ke dalam ekosistem digital juga turut dilakukan oleh Komunitas TDA, mengingat antusiasme masyarakat dalam menggunakan berbagai layanan digital dan bertransaksi secara online semakin meningkat.

“Kami, Komunitas TDA secara aktif menghadirkan ruang diskusi untuk berbagi pandangan mengenai tantangan yang dialami sesama pegiat usaha untuk kemudian mencari solusi bersama-sama. Saya setuju bahwa penggunaan teknologi dan masuk ke dalam ekosistem digital adalah kunci bagi UMKM untuk bisa bertahan. Tapi, mereka tidak boleh hanya berhenti di situ. Supaya bisa mengelola bisnis dengan maksimal, UMKM juga harus pintar memanfaatkan program dan fitur yang ditawarkan oleh berbagai platform layanan digital. Dengan demikian, dukungan yang diberikan oleh penyedia layanan pembayaran seperti ShopeePay bisa membawa dampak yang positif bagi mereka serta dapat mendorong pertumbuhan bisnis mereka juga,” kata Solikin Faisol, Ketua TDA Wilayah Jatim 1 7.0.

Manfaatkan teknologi untuk permudah banyak transaksi saat wisata kuliner
Manfaat dari berbagai layanan berbasis teknologi digital juga turut dirasakan oleh Jessica Pricilia Suwandhy, Founder @cecekuliner dan Owner @eatbananarolls @lajeli.id. Sebagai salah satu influencer lokal Surabaya yang rutin berwisata kuliner, Jessica (Cece Kuliner) bercerita bahwa banyak surga kuliner dari usaha rumahan yang belum banyak diketahui masyarakat. Mereka pun biasanya memasarkan produk melalui media sosial atau aplikasi pesan instan Whatsapp, sehingga mengharuskan Cece Kuliner untuk melakukan pembayaran melalui metode transfer ke berbagai bank.

“Sebagai seseorang yang banyak mengulas makanan untuk dibagikan sebagai konten di media sosial, saya harus aktif mencoba berbagai jenis kuliner. Walaupun banyak yang sudah menerima transaksi secara digital seperti melalui QRIS, masih ada usaharumahan yang mengandalkan metode transfer sebagai solusi pembayaran. Dengan adanya fitur Transfer ShopeePay yang membebaskan pengguna dari biaya admin tanpa batas kuota harian, saya yakin masyarakat bisa lebih leluasa dalam bertransaksi dan para pelaku usaha pun bisa merasakan keuntungan dari meningkatnya minat transaksi masyarakat,” kata Jesicca

Selain gratis biaya admin, seluruh pengguna fitur Transfer ShopeePay juga berkesempatan untuk mendapatkan total bonus miliaran dan berbagai promo spesial lainnya. Untuk itu, sebagai pemilik dua bisnis di bidang cemilan dan parfum, Cece Kuliner pun selalu aktif mengedukasi pelanggan yang memesan produknya melalui WhatsApp atau Instagram untuk memanfaatkan fitur ShopeePay transfer yang membebaskan mereka dari biaya admin saat bertransaksi melalui metode transfer.

“Berkat keuntungan yang dihadirkan oleh ShopeePay, khususnya yang terbaru fitur Transfer ShopeePay, minat pelanggan terhadap produk-produk saya pun meningkat. Saya yakin pelaku bisnis lainnya juga bisa merasakan dampak positif yang sama apabila mereka turut mengedukasi pelanggannya mengenai fitur ini,” ujar Jesicca. (RO/A-1)

BERITA TERKAIT