08 July 2022, 16:47 WIB

Sandiaga Uno Dukung Kota Solo Raih Creative Cities Network UNESCO 2023


mediaindonesia.com | Nusantara

Ist
 Ist
Workshop KaTa Kreatif di Surakarta, Jateng, yang dihadiri Menparekraf Sandiaga Uno dan Wali Kota Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka.

SERABI, Timlo, dan batik identik dengan Solo. Itu pula yang menjadikan kota itu sebagai destinasi menarik untuk dikunjungi.

Pekan lalu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ (Menparekraf)/ Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Baparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengunjungi Kota Surakarta atau yang popular dengan sebutan Solo tersebut. 

Kota yang berada di Provinsi Jawa Tengah tersebut merupakan lokasi ke-16 Workshop Pengembangan Kabupaten/Kota (KaTa) Kreatif Indonesia 2022.

Kegiatan itu merupakan program Kementerian Parekraf untuk mendorong kebangkitan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja yang lebih luas. 

Kota Surakarta memiliki potensi ekonomi kreatif yang besar pada subsektor seni pertunjukan, kuliner, dan kriya.

Potensi tersebut dapat dimanfaatkan sebagai peluang pengembangan usaha oleh pelaku ekonomi kreatif (ekraf). Dengan bekal kreativitas dan inovasi, pelaku ekraf dapat memanfaatkan teknologi untuk menjangkau pasar yang lebih luas. 

Bicara seni pertunjukan, Kota Surakarta memiliki Tari Langendriyan, Tari Gambyong, Tari Pareanom,  dan Tari Bedhaya Ketawang. Selain itu, kulinernya pun enak-enak. Sebut saja Serabi dan Timlo.

Dua menu makanan yang selalu diburu para wisatawan. Selain itu, dari potensi subsektor kriya, Kota Surakarta memiliki ragam produk kreatif di antaranya Batik Solo, wayang kulit, dan Blangkon Serengan. 

Dalam keterangan pers, Jumat (8/7), Sandi mengatakan, Kemenparekraf akan membantu Pemerintah Kota Surakarta untuk membawa seni pertunjukan khas Solo ke UNESCO.

”Tahun ini kita siapkan workshop ini dulu nih, supaya tercipta diskursus. Diskusi antara para pelaku juga dengan stakeholders, dan pemerintah kota. Setelah mantap semuanya siap, kita ajukan lagi. Kali ini 2023, siap semua untuk UNESCO?” ucap Sandi.

Untuk mempersiapkan rencana tersebut, Sandi menugaskan jajarannya untuk mengawal dan mematangkan langkah menuju UNESCO tahun depan.

”Saya tugaskan langsung Pak Vincen Deputi Bidang Destinasi dan Infrastruktur, Pak Haryanto Direktur Infrastruktur Ekonomi Kreatif langsung mendukung. Supaya nanti, bukan hanya dari penyiapan sisi anggaran dan lain sebagainya. Tapi juga kesiapan informasi tadi.," katanya.

Baca juga: Jadi Mitra Resmi G20, Plataran Siap Dukung Deklarasi Towards Net Zero

"Yang diperlukan kan informasi. Kalau informasi nggak lengkap yang nggak di-assess dengan baik. Kami komit,” beber Sandi.

Pernyataan Sandiaga sekaligus menjawab pernyataan Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka terkait kesulitan jajaran Pemkot Solo menembus UNESCO di Paris, Prancis. dalam mengajukan seni pertunjukan lokal mereka.
        
Workshop tersebut sebanyak 35 pelaku ekraf subsektor seni pertunjukan. Untuk dapat mengikuti kegiatan workshop tersebut, peserta wajib mendaftarkan diri melalui website katakreatifindonesia.com .

Peserta juga melampirkan bukti surat keterangan sudah mejalankan usaha selama minimal enam bulan dari pemerintah setempat. Pendaftaran melalui website ini merupakan bagian dari strategi inovasi penggunaan teknologi big data untuk menggarap dan membangkitkan sektor pariwisata dan ekraf. 

Kemenparekraf/Baparekraf terus mendorong penguatan ekosistem ekonomi kreatif secara lebih komprehensif di Kota Surakarta. Itu dilakukan melalui kegiatan jejaring kabupaten/kota kreatif, sehingga dapat mengembangkan simpul kabupaten/kota kreatif berdasarkan potensi subsektor masing-masing. 

Dalam workshop tersebut, Sandi tampak didampingi oleh Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta Aryo Widyandoko.

Penggiat budaya lokal Heru Mataya pun dihadirkan dalam workshop tersebut. Heru dikenal bukan budayawan, tetapi dia seorang yang konsen terhadap pelestarian budaya asli Solo kepada para milenial.

Namanya melejit setelah menggelar Solo Batik Carnival (SBC) beberapa tahun lalu dengan menggunakan Jalan Slamet Riyadi sebagai panggung berjalan.

Kepada awak media, Sandi mengatakan, dari hasil diskusi-diskusi melalui workshop tersebut akan menciptakan beberapa inovasi dan informasi untuk melengkapi pengajukan seni pertunjukan Solo ke UNESCO tahun depan.

”Langkah-langkahnya konkret. Outcome dan ouput-nya adalah tahun depan, Solo bisa mendapatkan predikat creative cities network yang diisukan oleh UNESCO,” ungkap Sandi. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT