06 July 2022, 22:20 WIB

BMKG Ingatkan Bahaya Gelombang Tinggi di Pantai Barat Aceh


mediaindonesia.com | Nusantara

 ANTARA/Syifa Yulinnas
  ANTARA/Syifa Yulinnas
Perahu para nelayan yang terpaksa tidak melaut akibat gelombang tinggi yang melanda Desa Kuala Bubon, Aceh Barat, Aceh, Senin (4/7).

BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan bahaya gelombang tinggi di wilayah pantai barat selatan Aceh khususnya Aceh Barat mencapai 5 meter.
 
"Kondisi gelombang laut sejak Rabu (6/7) hingga Jumat (8/7) masih tinggi, maksimal gelombang tinggi mencapai 4-5,5 meter," kata prakirawati Stasiun BMKG Bandar Udara Cut Nyak Dhien Nagan Raya, Provinsi Aceh, Almira Apriliyanti, di Meulaboh, Rabu.
 
Ia mengatakan, akibat tingginya gelombang laut di wilayah pantai barat selatan Aceh, juga berdampak terhadap aktivitas nelayan yang akan melaut untuk mencari ikan, karena ditambah dengan hembusan angin kencang.
 
Selain itu, kondisi tingginya gelombang tersebut juga berdampak terhadap aktivitas pelayaran kapal.


Baca juga: Harga Cabai di Pasar Tradisional Klaten Bertahan Tinggi

 
Almira juga menambahkan selain faktor gelombang tinggi, terhadap cuaca buruk seperti angin kencang dan hujan lebat di wilayah pantai barat selatan Aceh, juga disebabkan oleh adanya Madden Julian Oscillation (MJO).
 
MJO, kata dia, merupakan aktivitas intra seasonal yang terjadi di wilayah tropis yang dapat dikenali, berupa adanya pergerakan aktivitas konveksi yang bergerak ke arah timur dari Samudra Hindia ke Samudra Pasifik.
 
"Fenomena MJO ini biasanya muncul setiap 30 sampai 40 hari," imbuhnya.

Menurut dia, MJO ini apabila aktif di wilayah Indonesia, akan berdampak ke aktivitas konvektif yang ada di Indonesia yang dapat menyebabkan cuaca buruk.
 
Untuk itu, pihaknya mengimbau masyarakat yang tinggal di pesisir barat-selatan Aceh, selalu waspada adanya potensi gelombang tinggi laut dan ditambah permukiman rumah warga yang sangat dekat dengan pantai. (Ant/S-2)

BERITA TERKAIT