03 July 2022, 16:35 WIB

Soft Opening KTN Garut Bukti Komitmen Negara Tangkal Radikalisme


Mediaindonesia.com | Nusantara

Dok.BNPT
 Dok.BNPT
Acara soft opening KTN seluas 10 Hektar di Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat.

FAHAM dan aksi radikalisme dan terorisme memang masih menjadi masalah di banyak belahan dunia saat ini. Itu sebabnya pemerintah terus berusaha melakukan berbagai pencegahan. Seperti yang diakukan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Setelah sukses menggelar soft launching Kawasan Terpadu Nusantara (KTN) di Turen Jawa Timur dan Sumbawa Nusa Tenggara Barat, BNPT kini menggelar soft opening KTN seluas 10 Hektar di Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat pada Sabtu (2/7).

Baca juga: Pengamat: Gerakan Islam Harus Bersatu Melawan Islamophobia

Kepala BNPT, Komjen Pol. Dr. Boy Rafli Amar, M.H., menjelaskan kehadiran KTN Garut merupakan bentuk negara hadir dalam proses deradikalisasi berbasiskan kesejahteraan dengan konsep pentahelix yang melibatkan banyak pihak. Keterlibatan banyak pihak dalam program KTN adalah simbol perlawanan terhadap virus intoleran yang menjadi musuh bersama.

"Di dalam KTN ini melibatkan banyak pihak. Mengingat terorisme adalah musuh Negara. Negara harus hadir dan semua pihak harus dilibatkan," jelasnya.

Dia juga mengatakan pemilihan Garut menjadi salah satu lokasi pembangunan KTN adalah untuk menekan potensi yang mungkin saja muncul, sehingga program seperti ini disiapkan untuk membangun kewaspadaan bersama terhadap radikalisme terorisme.  Dengan kehadiran KTN Garut, diharapkan semua pihak dapat merasakan manfaatnya terutama bagi para mitra derad atau mantan narapidana terorisme (napiter), agar mereka  dapat berbaur serta diterima oleh masyarakat.

"Dengan KTN ini diharapkan proses reintergrasi mitra derad dengan masyarakat dapat berjalan dengan baik, sehingga mereka diterima baik oleh masyarakat," katanya.

Sementara itu Wakil Bupati Garut, dr. H. Helmi Budiman mewakili Pemda Kabupaten Garut merasa bangga terdapat KTN di wilayah Garut. Menurutnya hal ini menandakan bahwa Pemda dan Masyarakat Garut sepakat menolak seluruh bentuk ideologi kekerasan yang memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

"Kami bisa berbangga dengan hadirnya KTN di Desa Harumansari Garut ini. Kami tidak ingin ada terorisme di Indonesia," jelasnya.

Salah seorang mitra derad dari enam orang mitra derad yang hadir dalam kegiatan soft opening ini mengaku memiliki harapan besar kepada KTN Garut sebagai sarana reintergrasi sosial. Ia mengakui tidak mudah untuk menjadi seorang mitra derad dengan stigma masyarakat. Dengan hadirnya KTN dirinya dapat berkontribusi untuk membangun kemandirian ekonomi dan berbaur dengan masyarakat sekitar.

"KTN ini terobosan paling bagus karena kami bisa menjalin sinergi kami yang mantan napiter ini dengan masyarakat," kata salah seorang mitra derad, Yoki Candra.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BNPT  juga meninjau dan meresmikan Wadah Akur Rukun Usaha Nurani Gelorakan (Warung) NKRI dan Posko KTN Garut serta secara simbolis melakukan penanaman bibit buah alpukat bersama dengan Komandan Kopasgat TNI AU, Wakil Bupati Garut, Ketua FKPT Jabar, Iip Hidayat, perwakilan Bank Mandiri, PT Alba Baja Banten, dan PT Eigerindo Multi Produk Industri.

Nantinya lahan yang berada di Desa Harumansari akan dimanfaatkan sebagai area budidaya lebah madu, jagung, gula aren, alpukat dan juga sebagai objek pariwisata. Selain dari mereka yang tergabung dalam program sinergisitas antarlembaga dalam penanggulangan terorisme,  terdapat Pihak BUMN dan Swasta yang terlibat membantu terlaksananya kegiatan. (RO/A-1)

BERITA TERKAIT