30 June 2022, 22:12 WIB

Banjir Landa Sumba Timur, Warga Mengungsi ke Gereja


Mediaindonesia.com | Nusantara

DOK MI.
 DOK MI.
Ilustrasi.


PULUHAN rumah warga di Desa Hadakamali, Kecamatan Wulla Waijelu, Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, terendam banjir. Ini menyebabkan 30 warga mengungsi ke Gereja Kemah Injil akibat meluapnya Sungai Lainjanji sejak daerah itu dilanda hujan lebat pada Rabu (29/6) dini hari.

"Ada sekitar 50 rumah warga di Kecamatan Wulla Waijelu terendam banjir. Terbanyak terdapat di Desa Hadakamali akibat luapan air banjir dari Sungai Lainjanji pada Rabu (29/6) dini hari," kata Camat Wulla Waijelu, Markus Dakumanungu, ketika dihubungi dari Kupang, Kamis (30/6). 

Hujan lebat yang terjadi pada Rabu (29/6) mengakibatkan Sungai Lainjanji meluap dan merendam rumah-rumah penduduk di sekitar muara sungai itu. "Genangan air banjir dengan kedalaman 30-40 sentimeter merendam rumah-rumah warga sehingga warga memilih mengungsi ke tempat yang aman seperti rumah keluarga dan Gereja Kemah Injil yang dianggap aman dari banjir. Warga mengungsi karena saat kejadian curah hujan masih lebat dan air banjir terus meluap," katanya.

Baca juga: Penerangan Objek Wisata Kajuwulu Padam, Diduga Jadi Tempat Mesum

Ia menjelaskan warga yang mengungsi ke gereja pada umumnya merupakan warga yang bermukim di kawasan bantaran Sungai Lainjanji. Menurut dia, sekitar 30 warga Desa Hadakamali masih bertahan di Gereja Kemah Injil karena kondisi Sungai Lainjanji masih banjir sekalipun curah hujan sudah mulai mereda. 

Ia juga menambahkan selain di Desa Hadakamali banjir juga melanda Desa Lumbu Mangggit dan Desa Lainjanji yang mengakibatkan rumah warga di sekitar Sungai Lainjanji terendam air banjir. Menurut dia, banjir yang melanda dua desa itu juga merusak lahan pertanian milik warga serta menghanyutkan ternak milik warga setempat seperti babi dan ayam. Pemerintah Kecamatan Wulla Waijelu telah menyalurkan bantuan tangap darurat bagi warga yang terdampak bencana yang masih mengungsi di Gereja Kemah Injil berupa bahan makanan. (Ant/OL-14)

BERITA TERKAIT