30 June 2022, 20:50 WIB

Satpol PP Semarang Bongkar Lapak Pedagang Jual Hewan Kurban Terpapar PMK


Akhmad Safuan | Nusantara

MI/VICKY G
 MI/VICKY G
Petugas menyemprotkan disinfektan dalam upaya pengendalian PMK di Kandang Sapi Habib Fathan, Jakarta Barat, Kamis (30/6).

SEMUA hewan ternak dijual untuk kurban terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang meminta pedagang mengembalikan ke daerah asal dan akan membongkar lapak di daerah Gunungpati, Kota Semarang.

Pemantauan Media Indonesia Kamis (30/6) siang, puluhan ekor ternak dijual untuk hewan kurban di sebuah lapak di Trangkil, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, diperiksa oleh petugas gabungan dari Dinas Pertanian dan Peternakan, Dinas Kesehatan, serta Satpol PP Kota Semarang.

Berdasarkan pemeriksaan terhadap ternak dijual untuk hewan kurban tersebut, diketahui semua hewan dijual di lapak tersebut terinfeksi PMK, sehingga petugas memutuskan agar pedagang segera mengembalikan semua ternak yang akan dijual itu ke daerah asal.

"Saya telah berkoordinasi dengsn instansi terkait, saya minta pedagang mengembalikan semua ternak yang akan dijual di lapak tersebut ke daerah asal," kata Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto.


Baca juga: Ganjar Minta Desa Bentuk Bolo Ternak untuk Tanggulangi PMK


Pedagang ternak untuk hewan kurban tersebut, lanjut Fajar, telah menyanggupi malam ini dan seluruh ternak yang diangkut untuk dikembalikan ke daerah asal agar tidak menulari ternak lain yang sehat. "Kasihan pedagang lain kalau ternak yang akan dijual ikut tertular PMK," tambahnya.

Selain seluruh ternak tersebut terkonfirmasi PMK, ungkap Fajar, juga ternak yang hendak dijual tersebut tidak dilengkapi dengan surat keterangan kesehatan hewan (SKKH), sehingga terpaksa petugas mengambil tindakan tegas karena menjaga kondisi ternak dan warga di Semarang ini.

Setelah seluruh hewan ternak diangkut malam ini, kata Fajar, maka paling lambat Jumat (1/7) lapak tempat berjualan hewan ternak tersebut
akan dibongkar dan diseterilkan untuk mencegah penyebaran virus PMK tersebut di kota ini. (S-2)

BERITA TERKAIT