30 June 2022, 19:40 WIB

Pemkab Tuban Minta Tambahan Jatah Vaksin pada Kementan


M Yakub | Nusantara

MI/JAMAAH
 MI/JAMAAH
 Bupati Kudus memantau pelaksanaan vaksinasi sapi cegah PMK di Desa Garung Lor, Kecamatan Kaliwungu, Kudus, Jawa Tengah, Kamis (30/6).).

PEMERINTAH Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mengalokasikan anggaran Rp1,4 miliar dari pos dana tidak terduga dari APBD untuk pembelian obat dan vitamin bagi ternak agar tidak terpapar virus penyakit mulut dan kuku (PMK) di wilayahnya.

Pemkab juga meminta tambahan jatah vaksin kepada Kementerian Pertanian karena alokasi vaksin yang diterima tidak memadai. Hal itu disampaikan Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Tuban, Endro Budi Sulistyo, saat memberangkatkan petugas vaksin, Rabu (29/6).

Menurut dia, Pemkab Tuban telah mempersiapkan anggaran melalui mekanisme Bantuan Tidak Terduga (BTT) dari APBD sejumlah Rp1,4 miliiar untuk pembelian obat-obatan dan vitamin untuk ternak di kabupaten setempat.

"Melalui rapat kemarin, dari yang diajukan Rp1,9 miliyar, disetujui Rp1,4 mililar," ungkap Endro.

Ia menjelaskan, pada tahap pertama Kabupaten Tuban mendapatkan alokasi 3.100 dosis vaksin untuk enam kecamatan. Meliputi Kecamatan Kenduruan, Soko, Rengel, Grabagan, dan Singgahan, dengan masing-masing mendapatkan 600 dosis. "Khusus untuk Kecamatan Tuban mendapatkan 100 dosis," ujarnya.


Baca juga: Cegah Penularan Varian Baru Covid-19, Ganjar Gencarkan Vaksin Booster di Jateng


Vaksinasi telah mulai dilakukan sejak kemarin disejumlah desa di enam kecamatan tersebut. Di antaranya, untuk Kecamatan Tuban di Desa
Kembangbilo, Kecamatan Rengel di Desa Kanorejo, Kenduruan di Desa Sidorejo, Dusun Mojo Lor, Grabagan di Desa Banyubang, Dusun Gurdo, Singgahan di Desa Kedungjambe, dan Kecamatan Soko di Desa Bangunrejo.

"Masing-masing mendapatkan alokasi 100 dosis. Kami target penyuntikan vaksin tahap pertama selesai dalam 4 hari ke depan," terangnya.

Sementara itu, terkait jumlah vaksin, Endro mengakui masih kurang memadai. Pasalnya, populasi sapi di Kabupaten Tuban saja mencapai 354 ribu lebih, tersebar di 20 kecamatan 328 desa dan kelurahan.

Pemkab Tuban melalui Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKPPP) juga meminta tambahan pada Kementerian Pertanian. Hal ini agar vaksinasi pada ternak bisa dilakukan secara optimal.

Hingga saat ini, ternak yang terpapar virus PMK di Kabupaten Tuban mencapai 4.953 ekor. Rinciannya, 3.391 ekor dalam kondisi sakit, kematian 10 ekor, dan kesembuhan 1.552 ekor. (S-2)

BERITA TERKAIT