29 June 2022, 16:58 WIB

Angka Stunting di Jateng Turun hingga 20 Persen


Tosiani | Nusantara

dok.Pemprov Jateng
 dok.Pemprov Jateng
Gubernur Ganjar Pranowo di acara peringatan Hari Keluarga Nasional, di  Desa Watukumpul, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung, Rabu (29/6

GUBERNUR Ganjar Pranowo mengatakan, angka stunting di Jawa Tengah (Jateng) turun hingga mencapai angka 20 persen. Hal itu disampaikannya usai acara peringatan Hari Keluarga Nasional.

"Alhamdulillah kemarin kita bisa turun mencapai angka 20 persen ya," kata Ganjar di Desa Watukumpul, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung, Jateng, Rabu (29/6/2022).

Ganjar pun meminta semua peran yang ada di pemerintah maupun masyarakat dimaksimalkan untuk mencegah dan mengatasi stunting. Selain itu, dia juga mendorong warga membudidayakan pangan alternatif.

"Saya juga titip agar warga didorong untuk menanam tanaman pangan pendamping padi. Agar kemudian mereka punya alternatif pangan yang cukup karena sekarang dunia sedang berubah, dunia sedang bergerak yang problem pangan jadi isu internasional," imbuhnya.

Sebab itu, Ganjar menyebut ketahanan pangan sangat penting diwujudkan agar generasi ke depan dapat terhindar dari stunting. Dalam hal ini, pun menyebut kampanye menghindari pernikahan dini juga perlu digerakan.

"Maka kalau kita tidak bisa memenuhi (pangan), maka generasi kita ke depan akan sangat berbahaya. Hari ini kita gerakan, dengan pangan, dengan pencegahan stunting," imbuhnya.

"Dengan kampanye jangan menikah anak, ojo kawin bocah. Jangan menikah dini, sebelum menikah periksa dulu, kandungannya dicek kalau sudah hamil dan seterusnya," sambung dia.

Dalam kesempatan itu, Ganjar melalui Baznas Jateng memberikan bantuan berupa 160 lebih paket makanan bergizi untuk anak terdampak stunting. (OL-13)

BERITA TERKAIT