29 June 2022, 15:03 WIB

Desa Wisata Batang Semakin Berkembang


Akhmad Safuan | Nusantara

ANTARA FOTO/Harviyan Perdana P
 ANTARA FOTO/Harviyan Perdana P
Ilustrasi Desa Wisata: kedai kopi pinggir laut di Kedai Kopi Ujung Senja, Desa Ujungnegoro, Kabupaten Batang

DESA wisata di Jawa Tengah kian bertambah. Gairah membangun kepariwisataan di pedesaan menjadi upaya menumbuhkan kreativitas warga sekaligus mampu mengeruk pundi-pundi rupiah yang akan menggerakkan ekonomi desa.

Desa-desa di Jawa Tengah kian menggeliat di tengah kondisi perekonomian saat ini. Berbagai upaya ditempuh untuk dapat mengumpulkan pundi pemasukan guna membangun desa dengan memanfaatkan kreativitas warga dan potensi desa seperti panorama alam di pedesaan yakni menghidupkan desa wisata.

Catatan Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah, jumlah desa wisata saat ini terus meningkat mencapai 717 desa atau naik dari sebelumnya sekitar 500 desa, sehingga bantuan anggaran digelontorkan tahun 2022 ini juga terus meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

"Tahun ini sudah dianggarkan Rp18,5 miliar untuk 131 desa wisata di Jawa Tengah, besarnya bantuan sesuai masing-masing kategori yakni Rp1 miliar untuk desa wisata maju, Rp500 juta untuk desa wisata berkembang dan Rp100 juta untuk desa wisata rintisan," kata Kepala Seksi Pengembangan Daya Tarik Wisata Disporapar Jateng Riyadi Kurniawan.

Salah satu daerah di Jawa Tengah berlomba membuat desa wisata adalah Kabupaten Batang. Tidak tanggung-tanggung daerah di pantura ini menetapkan 32 desa wisata bahkan jumlah ini akan terus bertambah karena memiliki potensi alam yang mendukung ditambah dengan kreativitas warga, diharapkan akan semakin banyak mendulang wisatawan untuk datang.

Baca juga: Sandiaga Tekankan Pentingnya Keterlibatan Masyarakat dalam Pengembangan Desa Wisata

Sebanyak 32 desa wisata baru tersebar di 13 kecamatan di Kabupaten Batang tersebut telah mendapatkan SK Bupati Batang.

"Selain memiliki potensi keindahan alam, desa-desa tersebut juga memiliki budaya lokal, dapat menggali potensi lainnya serta berinovasi untuk mendongkrak kunjungan wisatawan," ujar Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Batang Yarsono.

Desa Kalisalak merupakan salah satu desa wisata yang baru saja ditetapkan bersama 31 desa lainnya dengan keunggulan berbeda yakni wisata religi masjid tertua di Kabupaten Batang, Petilasan Pahlawan Nasional KH Ahmad Rifa'i dan makam kakek buyut Habib Luthfi bin Ali bin Yahya yakni Habib Umar bin Yahya.

Selain obyek wisata religi, Desa Kalisalak juga mempunyai pelaku UMKM dengan berbagai produk kerajinan seperti sirup jahe, keripik, duku dan durian yang dikelola oleh warga sendiri.

"Pengajuan Desa Wisata Kalisalak ini memerlukan waktu satu tahun hingga dapat keluar SK dari Bupati, setiap bulan tertentu jumlah pengunjung mencapai 500 orang," ungkap Kepala Desa Kalisalak Setiyadi.(OL-5)

BERITA TERKAIT