29 June 2022, 14:55 WIB

Ini Rahasia Purbalingga Surplus Beras Lagi hingga 8 Ribu Ton


Lilik Darmawan | Nusantara

MI/Ramdani
 MI/Ramdani
Hamparan sawah siap panen padi.

DINAS Pertanian (Dinpertan) Purbalingga, Jawa Tengah mendorong  petani melakukan percepatan masa tanam. Itu dilakukan supaya Purbalingga tetap mempertahankan surplus beras. Dalam setahun, Purbalingga mengalami surlus beras sebanyak 8 ribu ton.

Kepala Dinpertan Purbalingga Mukodam mengatakan setiap tahunnya Purbalingga mengalami surplus beras hingga 8 ribu ton. Dengan adanya surplus beras, maka tidak perlu ada intervensi ketersediaan pangan dari daerah lain.

"Karena surplus beras hingga 8 ribu ton, maka kita mampu mencukupi kebutuhan pangan sendiri," jelas Mukodam pada acara Gerakan Percepatan Olah Tanah dan Tanah di lahan persawahan Desa Panican, Kecamatan Kemangkon, Rabu (29/6).

Untuk mempertahankan surplus, maka diperlukan upaya-upaya yang konsisten. Salah satunya adalah melakukan percepatan dan pengoptimalan olah tanah dan penanaman khususnya padi. Indeks penanaman di Kabupaten Purbalingga yaitu 2,05 dan angka tersebut adalah jumlah rata-rata.
Padahal ada satu wilayah di Kabupaten Purbalingga dengan jumlah masa tanam dan panen hingga empat kali.

Secara umum, Mukodam mengapresiasi wilayah Kecamatan Kemangkon yang rata-rata jumlah tanam dalam satu tahun mencapai tiga hingga empat kali. Hal tersebut menjadi salah satu penopang ketahanan pangan di Purbalingga yang memiliki jumlah penduduk sekitar 1,011 juta orang.

"Jumlah lahan pertanian makin menyusut, jumlah penduduk makin bertambah dan butuh makan semua sehingga percepatan dalam bidang pertanian perlu digalakan. Kecamatan Kemangkon salah satu yang baik di Kabupaten Purbalingga," jelasnya.

Sementara Camat Kemangkon, Kustinah dalam sambutannya mengatakan luas lahan sawah yang ada di wilayahnya mencapai 2.145 ha.  "Luasan tersebut harus terus mendapat dukungan dari pihak terkait agar produk pertanian bisa dipertahankan  bahkan ditingkatkan terus. Perlu mendapatkan
perhatian secara terus menerus agar produksinya bisa dipertahankan bahkan ditingkatkan," tambahnya. (OL-13)

Baca Juga: BNPB Minta Pemda Waspadai Penularan PMK di Banten

 

BERITA TERKAIT